Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

Content Placement

Berikut adalah daftar 50 situs Jaringan Backlink kami!
01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Peluang Agen Iklan Online
Tampilkan postingan dengan label Alasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alasan. Tampilkan semua postingan

Alasan Kenapa Istri/ Perempuan Harus Bersabar Mengahadapi Pasangannya

Info informasi Alasan Kenapa Istri/ Perempuan Harus Bersabar Mengahadapi Pasangannya atau artikel tentang Alasan Kenapa Istri/ Perempuan Harus Bersabar Mengahadapi Pasangannya ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Alasan Kenapa Istri/ Perempuan Harus Bersabar Mengahadapi Pasangannya
Tahukah Sahabat Bitter... Kenapa Seorang Istri/ Perempuan Itu cerewat???

Berikut ini adalah Jawabannya Secara Ilmiah....
Seorang Istri/ Perempuan pasti pernah berselisih paham dengan pasangan masing-masing.

Terkadang, pemicu perselisihan adalah perkara sepele dan yang pasti menyebalkan, tentu saja.

Tidak cuma berbeda soal penampilan fisik, namun juga cara berpikir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak laki-laki dan perempuan memang berbeda. 

Tidak cuma soal berat dan volume, namun lebih kompleks dari itu. 

Salah satu contohnya adalah salah satu bagian otak yang dinamakan corpus callosum, yaitu bagian yang menghubungkan otak kiri dan kanan manusia. 

Pada perempuan, corpus callosum jauh lebih besar dan lebih tebal.

Sebaliknya, ada bagian lain yang lebih besar dimiliki oleh laki-laki, yaitu bagian limbic system yang bernama amygdala. 

Namun, jarak saraf yang terkait emosi pada otak laki-laki lebih sedikit ketimbang perempuan. 

Walhasil, kemampuan daya ingat terhadap peristiwa yang sarat dengan muatan emosional lebih kuat pada otak perempuan dibandingkan pada laki-laki.

Demikian juga aliran darah pada otak perempuan sekitar 15% lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. 

Saat memproses emosi, lebih banyak area fisik otak (cortical area) perempuan yang aktif daripada laki-laki.

Perempuan dan Itu Banyak Omong Dan Cerewet...
Otak perempuan pun memiliki pusat-pusat bicara yang lebih banyak ketimbang laki-laki. 
Walhasil, perempuan sangat hobi berbicara.

Bila perempuan dalam keadaan tertekan, misalnya, perempuan suka berbicara kepada laki-laki (suami). 

Sikap ini menunjukkan penghargaan dan kepercayaan mereka.

Sebaliknya dalam situasi yang sama, laki-laki cenderung lebih banyak berdiam diri dan menyendiri. 

Bahkan, jika pasangan mulai bertanya (yang dimaknai sebagai kepedulian), lelaki justru merasakannya sebagai gangguan.
Wow, kompleks dan bertentangan, ya? 
Tapi pertentangan seharusnya tidak menjadi pemicu perselisihan, kan? 

Itulah alasan kenapa seorang Istri/ Perempuan harus bersabar menghadapi pasangannya.

Jangan sampai hubungan yang dibina berujung perpisahan.

Hampir tidak ada pasangan yang ingin hubungannya berantakan.

Maka setiap pasangan harus menyadari hal dasar bahwa laki-laki dan perempuan berbeda.

Justru perbedaan itu menjadi jalinan untuk kian memperkuat hubungan dan sebagai pelengkap.
?????


Demikian artikel tentang Alasan Kenapa Istri/ Perempuan Harus Bersabar Mengahadapi Pasangannya ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Alasan Kenapa Istri/ Perempuan Harus Bersabar Mengahadapi Pasangannya ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Jangan Menilai Buku Dari Sampulnya

Info informasi Jangan Menilai Buku Dari Sampulnya atau artikel tentang Jangan Menilai Buku Dari Sampulnya ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Berikut ini adalah sebuah cerita yang di alami oleh:
Pernah. 
Sering malah, namun yang paling saya ingat itu ini.
Waktu saya kuliah ada rumah teman yang sangat amat besar di daerah Tidar (memang anaknya orang sangat kaya) dan karena Mama Papanya tinggal di Jakarta dia sendirian, jadi rumah itu jadi basecamp saya dan teman.
Garasinya besar sekali, bisa muat mobil 5 sampai 7 tanpa ada yang berdempetan, nah sekalian karena saya jual beli mobil beberapa mobil dagangan saya taruh sana terutama yang diatas 200 jutaan, Ortu teman saya juga menyetujui, daripada rumah sepi kata Mamanya.
Hari Rabu siang jam 12 ada bapak berlogat Madura kental dan menggunakan pakaian rapi gaya Jawa mengetok pintu garasi, beliau menanyakan Kijang Innova V diesel yang diparkir di jalanan depan, waktu itu harganya 220 juta.
(Mohon maaf sebelumnya) Selain aksen beliau yang sangat amat medok entah kenapa beliau badannya bau sekali, seperti orang tidak mandi selama berbulan bulan, sangat kontras dengan rumah mewah teman saya yang besar dan wangi, beliau mengendarai Yamaha Mio lama yang sudah berantakan. Ngga banget deh kalau kata anak jaman now.
Saya sebenarnya ragu untuk mengajak orangnya masuk, pikiran saya iya kalau beli, lah kalau malah ngerampok gimana? Namun karena saya tidak boleh membedakan pelanggan saya ajak masuk beliau dan segelas kopi dan gorengan depan jalan menjadi teman pembicaraan kami.
Singkat cerita beliau tertarik dengan Kijang Innova itu namun masih takut karena bertransmisi matik, beliau hanya bisa manual, setelah beberapa saat kami masuk mobil dan saya menunjukkan fitur dan kelengkapan mobil tersebut kepada beliau dan berjalanlah kami keliling kompleks.
Saat beliau berkata saya boleh coba mas? Ada keraguan dalam hati, kalau nabrak gimana? Kalau dia ngeluarin pisau gimana? Aku sama si xxx (teman saya) sama sama tidak bawa senjata lagi, namun sekali lagi segala keraguan itu saya buang jauh jauh, jadi saya mengajarkan ke bapak itu bagaimana mengemudi mobil matik, mulai shifting dari P ke D sampai gigi mana saja yang boleh digunakan saat di jalan naik atau turun.
45 menit berlalu dan bapak tersebut nampaknya sudah bisa mengendalikan mobil tersebut, terbukti saat parkir masuk garasi bisa pas. Kami pun masuk lagi ke ruang tamu.
Nah, di ruang tamu itu bapak tersebut minta ijin ke Yamaha Mio milik beliau, mau ambil sesuatu mas katanya, saya sama sekali tidak berharap Innova itu laku, setidaknya saya sudah berlaku sopan dan sebagai penjual harus professional, dan bapak itu kembali dengan kantong kresek berisi uang 240 juta dan langsung diberikan kepada saya sambil berkata udah mas ini bawa semua, sekalian balik nama ya saya kasih KTP saya.
Saya dan teman terperangah tidak percaya, dengan keadaan bingung teman saya mengambil BPKB dan bukti cek fisik si Innova, saat menghitung uang + biaya cek fisik ternyata bapak itu kelebihan 10 juta namun beliau ngotot tidak mau dikembalikan, udah buat mas aja beli gorengan kata beliau.
Ternyata bapak itu sudah ke dealer Toyota namun tidak diperdulikan oleh pegawainya karena penampilan beliau, waktu itu beliau mau beli Innova V diesel yang harga barunya 300an juta dengan Uang Muka 240 juta dan sisanya dicicil namun karena pegawai dealer itu ogah ogahan beliau marah dan pulang (itu tahun 2015 sementara Innova dagangan saya tahun 2014) saat beliau mampir ke warnet melihat situs jualbeli mendadak beliau tertarik Innova dagangan saya dan mampirlah kerumah teman dan beliau terkesan sekaligus terharu saat kami memperlakukan beliau sangat baik (menurut versi beliau)
Saya beberapa kali kerumah beliau di daerah Wagir kota Malang untuk memberikan berkas dan mengajari beliau bagaimana mengendarai mobil matiknya.
Beliau ternyata orang terpandang disana, rumahnya 2 kali lebih luas ketimbang rumah teman saya dan menurut tetangganya beliau juragan besi tua dan garam di Madura, Malang hanya sebagai tempat tinggal.
Sampai hari ini mobilnya masih ada di rumah beliau.
?????
Begini Caranya Agar Sahabat Bitter Tidak Menilai Orang dari Penampilannya Saja!
Kebanyakan orang pasti pernah melakukannya, menilai orang hanya dari penampilannya saja. 

Hal ini tidak salah, karena seringkali memang apa yang kita lihat pertama kali adalah apa yang kemudian membentuk pencitraan kita terhadap orang tersebut. Itulah mengapa ada istilah 'first impression'.

Tapi ada baiknya jika tidak menilai orang dari wajahnya saja. Karena kita tidak tahu dan tidak mengenal seperti apa mereka dari dalam. Seorang profesor psikologi di Universty of Toronto, Nicholas Rule, menjelaskan bahwa seseorang mengembangkan ciri kepribadian tertentu agar sesuai dengan penampilannya. Atau sebaliknya, kepribadian seseorang dapat mengubah penampilannya.

Lalu bagaimana caranya? 
Ini caranya agar kamu tidak terbiasa menilai orang dari penampilannya saja.

1. Kenali Ekspresi dan Bahasa Tubuhnya
Ada banyak hal yang bisa Sahabat Bitter perhatikan selain wajah atau pakaian seseorang, yaitu ekspresi dan bahasa tubuhnya. 
Perhatikan ekspresi mikro
Ekspresi mikro adalah ekspresi wajah yang singkat dan tidak disadari. 
Berbeda dengan ekspresi reguler yang dibuat, disengaja dan disadari, ekspresi mikro seringkali hanya berlangsung selama sepersekian detik dan sulit sekali dipalsukan. 
Terkadang butuh keahlian untuk melihat hal ini, namun jika kamu cukup peka, kamu bisa mengenalinya.

2. Berpikiran Positif
Sebelum berprasangka atau menilai seseorang, ada baiknya jika menanamkan pemikiran positif terhadap siapa saja. 
Karena Sahabat Bitter tidak ingin dinilai dari penampilan saja, maka jangan menilai orang dengan cara seperti itu. 
Bersikap ramah, terbuka dan memiliki pikiran fleksibel akan membuatmu tidak terjebak dengan penilaian sesaat dari penampilan seseorang. 
Tanamkan dalam diri, bahwa kamu tidak berhak menilai seseorang sebelum bisa mengenalnya.

3. Asah Naluri dan Insting
Tapi tentu saja, pemikiran positif juga perlu diimbangi dengan naluri dan insting terhadap bahaya. 
Sahabat Bitter tidak bisa mempercayai dan berpikiran positif terhadap orang lain seratus persen. 
Sahabat Bitter juga perlu mengenali apakah seseorang berpotensi mencelakai atau punya niat buruk pada Sahabat Bitter. 
Perlu mengasah naluri dan pertahanan diri selagi tidak menilai seseorang dari penampilannya. 
Sikap waspada juga perlu dikembangkan sehingga kamu tidak mudah ditipu.
���
Jadi, itu dia caranya agar tidak terjebak dengan kebiasaan menilai orang dari penampilannya saja. 

Terkadang menilai seseorang dari luar memang tidak bisa ditahan, tapi tekankan pada diri sendiri bahwa penilaian awal Sahabat Bitter tidak mencerminkan apa pun dari seseorang.


Demikian artikel tentang Jangan Menilai Buku Dari Sampulnya ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Jangan Menilai Buku Dari Sampulnya ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Cara Menoreh Kenangan Indah Ketika Masih Berumur Dua Puluhan

Info informasi Cara Menoreh Kenangan Indah Ketika Masih Berumur Dua Puluhan atau artikel tentang Cara Menoreh Kenangan Indah Ketika Masih Berumur Dua Puluhan ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Cara Menoreh Kenangan Indah Ketika Masih Berumur Dua Puluhan
Bitter adalah pribadi yang pendiam. Jika ada orang yang mengajak bicara Bitter, kalau topiknya tidak menarik Bitter biasanya tidak menghiraukan orang itu. Jadi basa-basi adalah �big no� untuk Bitter. Namun kemudian Bitter merasa bahwa tidak mungkin hidup terus seperti ini, sebagaimana manusia adalah makhluk sosial.

A lot of things, dimana Bitter harus membuat perubahan diri. Karena Bitter mulai berpikir �who am i?.� Akhirnya Bitter baca tentang jenis kepribadian dan hal-hal yang berbau kejiwaan, akhirnya Bitter tes sidik jari di stifin.

Tes menggunakan mesin untuk bisa lebih menerima kekurangan diri dan yakin akan kemampuan yang saya miliki.

Karena menurut Bitter masih berumur 20 itu dimana galau-galaunya manusia karena transisi dari remaja ke dewasa. Pertanyaan pertanyaan aneh yang timbul tentang makna hidup, apa yang menjadi tujuan saya, dsb.

Banyak hal baru yang Bitter coba, karena Bitter tipe orang yang sukar berkumpul dengan orang baru, betah hidup berhari-hari bahkan bisa hampir seminggu di dalam kamar.

Bitter adalah tipe introver, namun ketikaka Bitter melakukan hal-hal di bawah ini:
  1. Mengikuti workshop, seminar, dll sendirian (tanpa teman). Akhirnya Bitter kenalan sama ibu-ibu dan teman baru dari mahasiswa beda kampus.
  2. Join komunitas lokal dan ini juga Bitter Tidak mengajak teman. So.. Bitter mengenal manusia dari bermacam jenis serta lifestyle mereka.
  3. Travel di beberapa tempat, kadang sendiri kadang bareng temen.
  4. Mencoba berbicara di depan umum meskipun sampai sekarang masih tergolong susah.
  5. Mempresentasikan proposal di depan banyak dosen dan teman sekampus dari berbeda angkatan.
Kegiatan apa yang harus dihilangkan di umur-umur dua puluhan?
Jangan membuang-buang waktu menonton p*rn0
P*rn0 mungkin memberi kamu harapan palsu tentang hubungan intim.

Selain itu, menonton film p*rn0 juga bisa membuat Sahabat Bitter malas dan/ atau pilih-pilih saat mencari pasangan.

Jangan membuang-buang waktu membaca buku-buku motivasi
Setelah bergelut dalam bagian dari industri motivasi selama 5 tahun dan menjadi seorang penganut setia gerakan pemikiran positif.

Bitter berkesimpulan bahwa 80% dari falsafah di baliknya adalah hanya omong kosong dan orang-orang hanya ingin menjual pelatihan/ buku atau program pembimbingan/ coaching.

Jangan membuang-buang waktu pada NarC0ba/ Minum-Minuman keras
Meski umur dua puluhan adalah waktu yang paling pas untuk berpesta gila-gilaan, Sahabat Bitter semestinya menjauhi narC0ba dan minum-minuman keras.

Jika sudah kecanduan, maka kebiasaan ini akan sulit dilepaskan dan bahkan bisa menghancurkan hidup Sahabat Bitter.

Jangan membuang-buang waktu pada PEKERJAAN yang tidak Sahabat Bitter sukai
Di umur-umur Sahabat Bitter yang dua puluhan, kamu bisa berganti-ganti pekerjaan setiap 6 bulan sekali. Jika Sahabat Bitter tidak puas dengan pekerjaan Sahabat Bitter yang sekarang, Sahabat Bitter bisa mencari pekerjaan yang lain dan mencoba jenjang karier yang sama sekali berbeda. Sahabat Bitter bisa mencoba-coba banyak hal baru di umur dua puluhan dan Sahabat Bitter akan bertemu banyak orang hebat saat melakukannya dan Sahabat Bitter akan memetik banyak pengalaman. Sahabat Bitter akan lebih sulit melakukannya saat Sahabat Bitter sudah menikah.

Jangan membuang-buang waktu untuk terlalu menyesali kesalahan masa lalu atau memikirkan tentang masa depan
Fokuskan perhatian Sahabat Bitter pada saat sekarang, itulah satu hal yang penting.

Masa lalu adalah masa lalu, dan masa depan masih belum pasti lagi.

Baik masa depan maupun masa lalu hanya ada di dalam benak dan pikiran Sahabat Bitter.

Jangan membuang-buang waktu Sahabat Bitter dengan membanding-bandingkan diri dengan orang lain
Tidak ada aturan yang pasti. Sahabat Bitter tidak harus menikah di umur 25, Sahabat Bitter tidak harus punya anak di umur 30.

Kamu juga boleh-boleh saja tidak mengetahui apa yang akan Sahabat Bitter lakukan di umur 30. Membanding-bandingkan itu adalah suara ego Sahabat Bitter.

Bitter rasa semua yang diatas sudah mencakup pemikiran yang ingin saya sampaikan. 

Fokuskan aktivitas Sahabat Bitter untuk menorehkan kenangan indah!


Demikian artikel tentang Cara Menoreh Kenangan Indah Ketika Masih Berumur Dua Puluhan ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Cara Menoreh Kenangan Indah Ketika Masih Berumur Dua Puluhan ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri)

Info informasi Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri) atau artikel tentang Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri) ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri)
Kenapa sekarang ramai dengan perselingkuhan?
SUDAH MUSIM KALI........!!!!
Apa Penyebabnya Mereka Selingkuh???

CURHAT....

Catatan: Kalau Baca, Bacanya Pakai Imajinasimu yaa???
Curhat alias mencurahkan isi hati kepada orang lain. Suatu hal yang lumrah dilakukan seseorang terlebih kalau sedang ada masalah. Hanya saja, berawal dari curhat dengan lawan jenis, kadang kala benih-benih perselingkuhan secara tidak disadari pun tumbuh.

Contoh Kasus Sederhana
Ya, tapi lama-kelamaan Sahabat Bitter akan sering cerita sama dia. Awalnya cuma seputar masalah kerjaan karena saya merasa klop dan nyambung banget kalau ngobrol sama dia. Lama-lama, memulai cerita soal kehidupan pribadi. Saat itu, Sahabat Bitter merasa menemukan orang yang mau mendengarkan Sahabat Bitter ketika Sahabat Bitter menumpahkan apa yang Sahabat Bitter alami dan jujur saja, Sahabat Bitter akan merasa nyaman saat sama dia.

Kala itu, memang rumah tangga Sahabat Bitter sedang tidak baik. Jarang bertemu Suami/ Istri dan komunikasi yang nggak terjalin dengan baik membuat Sahabat Bitter makin merasakan kenyamanan dengan mereka yang selalu mendengarkan Kisah Sahabat Bitter.

Sahabat Bitter akan sering pergi berdua dan menghabiskan waktu bersama walaupun sekadar ngopi bareng atau jalan-jalan ke obyek wisata.

Hingga akhirnya, Sahabat Bitter merasa rumah tangganya tidak bisa dipertahankan.

Gugatan cerai pun mungkin Sahabat Bitter akan layangkan ke pengadilan negeri daerah tempat tinggal Sahabat Bitter.

Setelah bercerai Sahabat Bitter mungkin masih dekat dengan si dia ini.

Sahabat Bitter mungkin masih merasa nyaman.

Tapi, karena alasan tertentu, mungkin Sahabat Bitter bisa juga tidak lagi berhubungan sama dia.

Saat ini pun Sahabat Bitter sudah lost contact sama dia (Orang Yang Setia Dengan Sahabat Bitter). Dan pada saat itulah, Sahabat Bitter akan sadar telah kehilangan segala-galanya.

Terus Apa Yang Sahabat Bitter Dapatkan????
Bicara soal perselingkuhan, didalam situasi ini memang bisa terjadi dengan curhat sebagai awal mulanya. Namun, biasanya karena seseorang merasa nyaman saat curhat dengan lawan jenis karena selama ini pasangan lebih sibuk. Sehingga, Sahabat Bitter atau pasangan Sahabat Bitter tidak bisa menceritakan masalahnya kepada sang pasangan. 

Rasa nyaman untuk berbagi dan segala macam yang tadinya hilang, terpenuhi dengan orang lain.
Nah itu yang kemudian memicu perselingkuhan. 
Kebanyakan orang berpikir perselingkuhan timbul karena ada ketertarikan secara seksual, fisik.

Tapi sebetulnya tidak selalu gitu, kebanyakan karena ada rasa nyaman.

Ketika pasangan sudah jarang berkomunikasi, memang bisa ada kebutuhan untuk didengarkan yang tidak terpenuhi.

Nah, ketika ada yang memenuhi kebutuhan tersebut, bisa saja ada rasa nyaman saat ngobrol dengan orang baru hingga timbullah rasa jatuh cinta dan sebagainya.

Apalagi, mencurahkan isi hati dilakukan dalam keadaan Sahabat Bitter sedang butuh banget teman curhat.

Supaya tidak terjerumus perselingkuhan, yang bisa dilakukan pasutri adalah selalu jaga kekompakan, jaga keterbukaan, selalu jaga love sparkling di antara mereka berdua. Ya, walaupun ini tidak mudah ya.

Baca Juga
  1. Cara Mengetahui Sikap Dan Sifat Wanita Yang Tidak Setia (Selingkuh)
  2. Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri)
  3. Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi
  4. Hukum Menafkaih Anak Yang Di Asuh Mantan Istri
  5. Ketika Harus Berbagi Kebutuhan Dengan Empat Gadis
  6. Nikmat Yang Lain
  7. Perselingkuhan Yang Dimulai Dari Chat
?????


Demikian artikel tentang Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri) ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri) ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Dari Tahun Reformasi Hingga Saat Ini (Indonesia)

Info informasi Dari Tahun Reformasi Hingga Saat Ini (Indonesia) atau artikel tentang Dari Tahun Reformasi Hingga Saat Ini (Indonesia) ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Dari Tahun Reformasi Hingga Saat Ini (Indonesia)

Nilai rupiah anjlok terhadap dolar Amerika, yang berfluktuasi Rp. 12.000 hingga Rp. 18.000 dari Rp2.200 pada awal tahun.

Di tengah situasi ini, tim ekonomi Soeharto justru menaikkan tarif listrik dan bahan bakar minyak. Ekonomi rakyat semakin terpuruk

Soeharto menyiasati situasi rawan pangan dengan kampanye makan tiwul, yang disampaikannya melalui televisi.

Namun Soeharto tetap penuh percaya diri, dan melakukan perjalanan ke luar negeri bahkan melakukan penerbang ke Jerman untuk berobat.

Pada saat yang sama pula penjarahan terus berlangsung selama 13-15 Mei. Kerusuhan ini telah mengakibatkan kerugian fisik di Jakarta sebesar Rp2.5 triliun. 

Menurut Gubernur Sutiyoso (Kompas 18 Mei), kerugian terjadi akibat:
  1. kerusakan 13 pasar, 
  2. 2479 ruko, 
  3. 40 Mal, 
  4. 1600 toko, 
  5. 45 bengkel, 
  6. 11 polsek, 
  7. 380 kantor swasta, 
  8. 65 kantor bank, 
  9. 24 restoran, 
  10. 12 hotel, 
  11. 9 pom bensin, 
  12. 8 bis kota, 
  13. 1119 mobil, 
  14. 1026 rumah penduduk dan gereja.
Sementara itu Bandara Halim Perdanakusuma dibanjiri pengungsi warga asing dan WNI yang bergabung dalam arus evakuasi dari Jakarta yang dilanda kerusuhan.

Pada 21 Mei 1998 di hadapan para wartawan media seluruh dunia, Soeharto mengumumkan untuk mundur sebagai presiden dan Wakilnya, B.J Habbibie, langsung dilantik menjadi presiden RI yang ketiga.

Akhir sebuah kediktatoran yang kejam dan congkak berakhir secara dramatis. Di jalan-jalan dan di gedung DPR, rakyat meluapkan kegembiraan dengan berbagai ekspresi. Sebuah fase baru dimulai, perjalanan transisi sebuah bangsa menuju demokrasi.

Untuk mencegah hal buruk yang pernah menimpa negeri ini berlanjut maka disusunlah Enam Tuntutan Reformasi: 
  1. Penegakan supremasi hukum. 
  2. Pemberantasan KKN 
  3. Adili Soeharto 
  4. Adili kroninya (Kroni Suharto). 
  5. Cabut Dwifungsi ABRI/ Polri 
  6. Pemberian Otonomi Daerah.
Dua puluh tahun dari Reformasi 1998, di manakah posisi bangsa kita dalam perjalanan menuju Demokrasi?

Beberapa pertanyaan barangkali membutuhkan jawaban segera:
  1. Apakah Indonesia akan terpecah-pecah (mengalami Balkanisasi)?
  2. Apakah akan muncul tirani baru?
  3. Atau Reformasi berhasil?
Jawabannya barangkali tergantung pada pilihan yang kita ambil hari ini.
Sumber:
?????


Demikian artikel tentang Dari Tahun Reformasi Hingga Saat Ini (Indonesia) ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Dari Tahun Reformasi Hingga Saat Ini (Indonesia) ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi

Info informasi Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi atau artikel tentang Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
"Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi"
Perceraian sering menimbulkan tekanan batin bagi tiap pasangan tersebut. Anak-anak yang terlahir dari pernikahan mereka juga bisa merasakan sedih bila orangtua mereka bercerai.

Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan seperti rumah, mobil, perabotan atau kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka. Banyak negara yang memiliki hukum dan aturan tentang perceraian, dan pasangan itu dapat menyelesaikannya ke pengadilan.

Islam membimbing umatnya agar tidak memecah-belah persaudaraan di antara sesama muslim. Pernikahan adalah salah satu sunnah Rosulullah S.A.W. yang akanlah kita mendapat pahala jika melakukannya.

Perceraian sendiri adalah suatu hal yang halal untuk dilakukan. Namun halnya, jikalau sepasang suami-istri melakukan perceraian, alkisah mengatakan bahwa 'Arsy terguncang sebegitu dahsyatnya. Oleh karena hal tersebut, Allah membenci perceraian, meski telah dikatakan bahwa hal ini adalah halal.

Baca Juga
  1. Cara Mengetahui Sikap Dan Sifat Wanita Yang Tidak Setia (Selingkuh)
  2. Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri)
  3. Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi
  4. Hukum Menafkaih Anak Yang Di Asuh Mantan Istri
  5. Ketika Harus Berbagi Kebutuhan Dengan Empat Gadis
  6. Nikmat Yang Lain
  7. Perselingkuhan Yang Dimulai Dari Chat
Seperti kisah yang ditulis oleh Petrick Kellan dibawah ini mungkin bisa menajadikan Imajioner kita yang menjadi munculnya faktor perceraian:
?????
Ketika Syaiton Berbisik Di Telinga Istriku

Alkisah, ketika sang istri membuka Hp Suaminya dan membaca Chat WA suaminya kepada seorang wanita rekan kerjanya. Tiba-tiba sang istripun sontak terkejut dan langsung menelepon Suaminya.

"Kita cerai!" 
Terdengar teriakan di telepon. Lalu suara sambungan terputus.

Aku mengusap rambut dengan kasar. Mencoba meredakan emosi sendiri, setelah sedikit lega, lalu melangkah ke kasir toko.

"Tolong cepat ya, Mbak!" 
Aku meminta.

Wanita muda itu segera menghitung total belanjaan, lalu menyebutkan berapa yang harus kubayar. Cepat aku mengemasi semuanya dan berjalan keluar toko.

Motor melaju dengan kecepatan lumayan tinggi, membayangkan di rumah Dilla menyambutku dengan koper di tangan seperti kebiasaannya tiap kali kami bertengkar. Sampai Aku memarkir motor di teras, menyambar dua plastik hitam dan segera masuk rumah. Terlihat Rangga dan Ringga sedang asyik bermain PS. Mereka menyambutku dan akan menyambut seperti biasa. Tapi kali ini aku hanya memberikan dua plastik itu pada mereka tanpa kata.

"Mama mana?" 
tanyaku buru-buru.
"Di kamar!"
 Rangga menunjuk.

Aku segera berlalu, sementara mereka sibuk mengamati mainan yang baru saja kubelikan. Pintu kamar tertutup rapat dari dalam. Aku tahu Dilla tengah menangis sambil mengemasi pakaiannya.

"Ma!" 
Aku memanggil. Tak terdengar sahutan.

Tanpa menunggu lagi aku membuka pintu. Benar, kudapati dia setengah melempar satu demi satu pakaian yang diambil dari dalam lemari ke koper.

"Ma! Kita bicara dulu ..." 
Aku masih berusaha menahan suara agar tak terdengar oleh anak-anak di luar sana.

"Ma!" 
Aku menyentakkan tangannya yang masih tak berhenti. Dia menoleh, menatapku tajam dengan mata sembab yang memerah.

"Apa? Mau ngomong apa? Mau ngeles?!" 
Sewotnya.

"Ma, denger dulu. Kamu cuma salah paham." 
Aku berusaha menjelaskan.

"Salah paham apa? Kamu pikir aku bodoh? Jelas-jelas cewek itu chat seakrab itu sama kamu masih coba bilang salah paham!" 
Dia melepaskan tanganku.

"Ma ... dia cuma teman Papa di kantor, itu aja. Nggak lebih!"
"Nggak lebih tapi sering chat di WA. Pake nelpon-nelpon lagi! Ini malam minggu, Papa pulang terlambat karena nganterin dia pulang kaya minggu kemaren kan? Udahlah, nggak usah kebanyakan alasan. Pokoknya aku mau kita cerai. Titik!"

Seperti ada yang berdenyut nyeri di dalam hati tiap kali mendengar kata itu. Meili memang teman sekantor. Usianya masih muda. Kami lumayan sering chat di WA karena masalah kerjaan. Sabtu yang lalu tanpa sengaja aku mengantarnya pulang karena kasihan. Cuma sebatas itu. Tidak lebih. Sayangnya, Dilla berpikir yang bukan-bukan setelah membuka WA ku. Aku menangkap tangannya, agar ia berhenti mengemasi baju-baju. 

"Ma, aku terlambat karena beli maenan untuk anak-anak."

Dia menatapku sengit, 
"Alasan!"

"Ya Allah, Ma ... harus bilang gimana lagi buat jelasinnya?"

"Nggak usah jelasin apa-apa! Aku mau cerai!" 
Bentaknya.

Dia menyentakkan tanganku, lalu akan menyeret koper keluar kamar. Tapi aku menarik tubuh Dilla, dan merengkuhnya. Erat.

Karena ada luka yang kembali menganga di dalam dada. Luka yang selama puluhan tahun berusaha kusembuhkan dalam sebuah pernikahan.

"Jangan bercerai, Ma ... jangan," 
bisikku.

Dia masih sedikit berontak, tapi karena aku tak melepaskan akhirnya dia terisak di dalam dada.

Jam berdetak ke angka sepuluh malam. Anak-anak sudah tidur dengan nyaman di atas ranjang. Sementara di kamar, kami masih diliputi keheningan. Dilla masih terisak sesekali, meski sekarang dia sudah percaya dengan apa yang kuceritakan padanya.

Aku menarik kepala Dilla, agar ia tidur di atas bahuku. Semula dia akan menolak, tapi aku sedikit memaksa. Karena malam ini aku akan bercerita padanya. Cerita tentang seorang anak korban perceraian, sepertiku.

"Aku nggak pernah berniat selingkuh, Ma. Karena aku tau bagaimana rasanya ditinggalkan." 
Aku memulai pembicaraan. 

"Bercerai itu ... neraka bagi anak-anak." 
Dia terdiam.

"Akan ada banyak sayatan di masa kecil anak-anak yang masih polos, setelah orang tua bercerai."

Kudengar dia menarik napas dalam.
"Sayatan pertama, saat salah satu dari orangtua bertanya ... kamu mau ikut mama atau papa?" 

Aku berkata getir, 
"tapi ada sayatan lebih dalam dari pertanyaan itu, saat kita tidak diberi pilihan. Seperti aku."

Aku masih mengingat dengan jelas hari itu. Saat dalam isak tangis ibu menggandeng tanganku keluar dari rumah. Alin, adikku, memeluk dalam gendongannya. Tadinya kupikir kami akan pergi bersama, ternyata aku ditinggalkan di depan jalan.
Ibu naik mobil sambil melambaikan tangan, sementara aku yang belum memahami bahwa ibu tak akan kembali, hanya terdiam. Lalu kembali masuk rumah, menunggunya pulang.
Usiaku baru enam tahun saat itu. Kupikir ibu hanya pergi ke pasar untuk membeli baju seragam. Tapi sampai besok, besoknya, dan besoknya lagi, ibu tak pulang lagi.

"Pa ...?" 
Dilla menatap wajahku.

"Ya ..." 
Aku menepuk-nepuk bahunya, pelan.

"Kenapa mereka bercerai?"
"Karena ayahku menikah lagi ..."
Baru kali ini, setelah delapan tahun kami menikah, aku menceritakan semuanya. Selama ini dia hanya tahu aku memang hidup dengan ibu tiri yang semua terlihat baik-baik saja. Tapi sebaik apapun keadaan rumah, akan jauh lebih baik saat kita berada satu atap dengan orangtua yang utuh.

"Sayatan kedua, adalah saat seorang anak harus berpindah dari rumah yang semula nyaman, ke rumah yang terasa asing ..."
Setelah bebeberapa bulan diurus nenek dari pihak ibu, akhirnya aku harus merasa ditinggalkan lagi. Nenek meninggal.

Lebih menyakitkan saat di malam hari setelah kematian nenek, aku mendengar mereka membicarakan harus dengan siapa aku tinggal. Lucunya, beberapa kali aku harus mendengar penolakan.

Terlalu repot, tak ada kamar lebih, tak ada uang untuk makan, dan bermacam alasan lainnya. Saat itu, aku menangis ingin bertemu ibu. Tapi juga merasa bahwa semua orang tidak menginginkanku, termasuk ibu.
Akhirnya aku diserahkan pada ayah. Kemudian dia membawaku tinggal dengannya. Bersama dengan anak-anaknya yang lain, di rumah istri pertama.

Siang itu aku turun dari motor ayah dengan perasaan asing. Di depan sebuah rumah sederhana yang sama sekali aku belum pernah datangi. Yang kini akan jadi tempat di mana aku tinggal.

"Mau pulang ... mau sama ibu ..." 
Saat itu, hanya kata itu yang kuucapkan pelan.

Ayah sedikit membungkuk untuk memberi pengertian. Sebagai seorang ayah, dia memang baik terhadap anak-anaknya. Hanya saja aku jarang bertemu karena dia selalu pergi dan datang ke rumah sesekali. Mungkin karena ibuku memang hanya istri kedua.

Beberapa wajah melongok di pintu. Ada yang besar, beberapa hanya sedikit di atasku. Kulihat mereka ada empat orang bergaris wajah hampir serupa.

"Semua kakak nggak ada yang nakal, kan?" 
Dilla bertanya pelan, membayangkan apa yang kurasakan saat itu.

"Enggak, Ma. Mereka kaya kebanyakan anak lainnya." 
Aku tersenyum, 
"anak-anak polos ... yang hanya menganggap ada teman baru yang datang."

Tadinya aku mendengar sedikit keributan di kamar. Mungkin ibu tiriku sedikit keberatan. Tapi akhirnya saat mereka keluar, tas tempat baju-bajuku dibawa masuk ke dalam kamar. Aku diterima.

Ya, aku duduk di sofa. Asing. Sendirian. Disuruh makan, aku makan. Disuruh mandi, aku mandi. Disuruh tidur, ini yang agak susah.

Aku biasa tidur dengan ibu, atau nenek. Di sini aku tidur bersama dengan dua kakak baru. Mereka terus mengobrol seru di atas ranjang. Cekikan membicarakan entah apa. Sementara aku di ujung ranjang. Sesekali hampir terjatuh, tapi berusaha menahan.

"Tapi ... nggak dianak-tirikan kan?" 
Dilla menatapku.

"Alhamdulillah, enggak ..." 
Aku menggeleng.

Ibu tiriku tidak terlalu ramah, tapi juga tidak jahat. Dia bersikap manusiawi. Bersikap sama pada empat anak kandung dan satu anak tiri dari madunya, aku.

"Sayatan ketiga, saat kita merasa tidak punya tempat mengadu, seperti anak-anak yang lainnya ..." 
Aku merasakan sedikit denyut di dada.

Mengulang dalam ingatan situasinya. Situasi di mana aku, anak yang seharusnya menjadi bungsu, tapi dianggap lebih dewasa dari kakak-kakak lainnya.

Kulihat sesekali kakak-kakakku mengadu jika ada anak lain yang nakal, lalu ibuku menanggapi. Mereka mengadu saat bertengkar dengan teman, bercerita tentang apa yang terjadi di sekolah hari ini, atau tentang uang jajan yang kurang. Sementara aku tak berani.

"Kenapa nggak berani?" 
Dilla menatapku, ada kilat kasihan di manik matanya.

"Sebaik-baiknya ibu tiri ... seorang anak lebih nyaman bicara dengan ibu kandungnya sendiri ..." 
Suaraku mulai terdengar pelan.

Kembali kurasakan sayatan itu. Aku tinggal di tempat yang ramai, tapi merasa kesepian sepanjang waktu. Aku bicara, aku tertawa, tapi tidak bisa selepas seperti dengan ibuku. Aku tetap merasa asing.

Pernah mencoba lebih dekat, bahkan sesekali tidur sambil memeluk kaki wanita itu. Tapi tetap terasa berbeda. Tetap tertanam di ingatan bahwa dia adalah ibu dari orang lain, bukan ibuku.

"Dulu, setiap kali aku menginginkan mainan, aku harus menunggu agar yang lain membeli mainan yang sama lebih dulu. Jadi aku punya alasan untuk meminta. Tapi seringkali ... aku hanya diberi mainan bekas dari kakak. Saat semua sudah mulai memainkan mainan model yang baru, aku baru punya kesempatan memegang mainan yang lama ..." 
Aku menarik napas. Terbayang lagi masa-masa sakit itu.

Mata Dilla membesar, menyadari sesuatu. 
"Karena itu Papa sering banget beliin anak-anak mainan?"

Aku mengangguk. Jika ada yang mengatakan bahwa anak adalah balas dendam dari masa-masa kecil orangtua ingin rasakan, itu benar. Kini aku memahami itu.

"Sayatan ke empat, saat saudara-saudara merasa kesal dengan kesalahan yang dilakukan oleh orangtua, mereka mengatakan hal-hal buruk kepada si anak. Sebagai pelampiasan."

Dilla menatapku, semakin berkaca matanya.

"Heran sama si Ida, ibumu itu! pergi belasan tahun nggak pulang-pulang. Apa nggak inget sama anak dia?" 
Oceh salah satu bibi dari ayah.

"Ah dasar juga ayahnya tukang kawin!" 
Tetangga yang lain menanggapi. Sambil menuding wajahku.

Sebenarnya itu kata-kata yang mereka anggap sebagai angin lalu. Pengisi kekosongan dari percakapan keseharian. Tapi mereka lupa, bahwa seorang anak pun pasti punya hati. Mereka tidak sadar berkata yang sekilas hanya terdengar tak berarti tapi menancap layaknya duri.

Di depan mereka, seorang anak dari orangtua yang bercerai mungkin dianggap tak punya harga diri. Jadi mereka bisa bicara sesuka hati.

"Sayatan ke lima, saat anak melihat anak-anak lain begitu dilindungi dan penuh harga diri, tapi dia tak punya ..."
"Pa ..."
Aku terpejam. Merasakan mata yang mulai memanas.

Di lingkungan rumah, di sekolah, bahkan di antara teman sebaya, aku sering direndahkan. Diremehkan. Tak diperhitungkan. Karena mereka semua punya ibu sebagai tempat mengadu, dan ayah sebagai orang yang bisa diandalkan, tapi aku tidak.

"Aku ... selalu bertanya pada diri sendiri, apa salahku ... apa salahku ... apa salahku ...kenapa aku ditinggalkan ..."

Setetes air meluncur dari sudut mata.

"Sialnya ... aku terus merindukan ibu yang entah di mana ..." 
Tetes-tetes lain menyusul berjatuhan.


Berdenyut lagi. Aku merasakan lelehan darah yang sempat mengering, terbuka lagi.
"Selalu dikejar pertanyaan ... tentang kenapa ada ayah yang tega bertingkah seegois itu, juga ibu yang seperti lupa pernah melahirkan seorang anak di dunia ..."
"Pa ..."
"Karena itu sekarang aku berusaha sebaik mungkin, agar anak-anakku tidak merasakan sakit yang sama. Jangan pernah. Biarlah mereka punya tempat tinggal yang nyaman, punya ibu sebagai tempat mengadu ... dan punya ayah yang bisa diandalkan ..."

Dilla menangis terisak melihat airmataku.

"Jangan bercerai, Ma. Apalagi hanya karena masalah sepele dan keegoisan. Karena perceraian itu mungkin cuma memakan waktu sebentar, lalu kita berdua selesai ... tapi traumanya akan menggores lama di hati anak-anak kita ..." 
Aku menatap wajah Dila, dengan sorot mata penuh luka.

Dilla menggelengkan kepala, sambil menyeka airmata yang tertumpah di pipinya. Menyadari kesalahan yang tadi hampir dilakukannya.

"Karena perceraian orangtua akan membuat luka di sini ..." 

Aku menunjuk dada yang masih berdenyut pedih, 
"terlalu dalam ... bahkan sampai seumur hidup sakitnya tak akan hilang."
?????
Dari kisah diatas sudah saatnya kita untuk Stop Cemburu Buta Dan Selalu Berfikir Positif dengan Pasangan kita. Karena dampak perceraian akan selalu berimbas kepada anak-anak, ada banyak faktor lain penyebab perceraian, sebagai berikut:

KETIDAK HARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA
Alasan tersebut di atas adalah alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami � istri yang akan bercerai. Ketidakharmonisan bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain, krisis keuangan, krisis akhlak, dan adanya orang ketiga. Dengan kata lain, istilah keharmonisan adalah terlalu umum sehingga memerlukan perincian yang lebih mendetail.

KRISIS MORAL DAN AKHLAK
Selain ketidak harmonisan dalam rumah tangga, perceraian juga sering memperoleh landasan berupa krisis moral dan akhlak, yang dapat dilalaikannya tanggung jawab baik oleh suami ataupun istri, poligami yang tidak sehat, penganiayaan, pelecehan dan keburukan perilaku lainnya yang dilakukan baik oleh suami ataupun istri, misal mabuk, berzina, terlibat tindak kriminal, bahkan utang piutang.

PERZINAAN
Di samping itu, masalah lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perceraian adalah perzinaan, yaitu hubungan amoral di luar nikah yang dilakukan baik oleh suami maupun istri.

PERNIKAHAN TANPA CINTA
Alasan lainnya yang kerap dikemukakan oleh suami dan istri, untuk mengakhiri sebuah perkawinan adalah bahwa perkawinan mereka telah berlangsung tanpa dilandasi adanya cinta. Untuk mengatasi kesulitan akibat sebuah pernikahan tanpa cinta, pasangan harus merefleksi diri untuk memahami masalah sebenarnya, juga harus berupaya untuk mencoba menciptakan kerjasama dalam menghasilkan keputusan yang terbaik.

ADANYA MASALAH-MASALAH DALAM PERKAWINAN
Dalam sebuah perkawinan pasti tidak akan lepas dari yang namanya masalah. 
Masalah dalam perkawinan itu merupakan suatu hal yang biasa, tapi percekcokan yang berlarut-larut dan tidak dapat didamaikan lagi secara otomatis akan disusul dengan pisah ranjang seperti adanya perselingkuhan antara suami istri. 
?????
Langkah pertama dalam menanggulangi sebuah masalah perkawinan adalah :
  • Adanya keterbukaan antara suami�istri.
  • Berusaha untuk menghargai pasangan.
  • Jika dalam keluarga ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik.
  • Saling menyayangi antara pasangan.
Baca Juga
  1. Cara Mengetahui Sikap Dan Sifat Wanita Yang Tidak Setia (Selingkuh)
  2. Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri)
  3. Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi
  4. Hukum Menafkaih Anak Yang Di Asuh Mantan Istri
  5. Ketika Harus Berbagi Kebutuhan Dengan Empat Gadis
  6. Nikmat Yang Lain
  7. Perselingkuhan Yang Dimulai Dari Chat
?????


Demikian artikel tentang Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.