Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

Content Placement

Berikut adalah daftar 50 situs Jaringan Backlink kami!
01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Peluang Agen Iklan Online
Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan

Apa Saja Kebohongan Dukun Yang Patut Sahabat Bitter Ketahui?

Info informasi Apa Saja Kebohongan Dukun Yang Patut Sahabat Bitter Ketahui? atau artikel tentang Apa Saja Kebohongan Dukun Yang Patut Sahabat Bitter Ketahui? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Apa Saja Kebohongan Dukun Yang Patut Anda Ketahui?
Ki Paut Anomsari
Seperti yang kita tahu masyarakat Indonesia ini, kebanyakan percaya pada dukun. 

Padahal masyarakat Indonesia sendiri kebanyakan menganut agama yang melarang umatnya percaya pada dukun atau paranormal.

Bagi umat muslim, jika ada salah satu dari hamba-Nya yang percaya selain pada Allah SWT. 
Maka sudah termasuk dalam dosa besar. 
Maka kita sebagai umat yang beragama harus berhati-hati dalam berpikir dan bertindak.

Oke langsung saja tanpa basi-basi Bitter Coffee Park akan mengungkapkan kebohongan dukun yang patut Sahabat Bitter ketahui yang Bitter Coffee Park Kutib dari WWW.TENTIK.COM. Selamat menikmati..

1. Menumbuhkan Sugesti Para Pasien
Sebelumnya Bitter Coffee Park akan menjabarkan pengertian sugesti terlebih dahulu. 

Sugesti adalah pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikuti pandangan/ pengaruh tersebut tanpa berpikir panjang. 

Menumbuhkan sugesti kepada para pasien adalah trik para dukun yang sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan para pasien.

Para dukun atau paranormal dalam melakukan tipu daya kepada para pasien dengan cara mengajarkan pasien untuk konsentrasi dalam merasakan getaran-getaran ghoib pada dirinya yang sebenarnya tidak ada. 

Itu hanya sugesti dan perasaan mereka saja. 

Sebenarnya sugesti itu baik asal mengarahkan pada hal positive bukan ke hal yang negative seperti ini yang harus percaya pada dukun.

2. Menggunakan Kata Khodam
Salah satu senjata dari seorang paranormal atau dukun yaitu mereka akan mengajarkan Sahabat Bitter untuk meminta sesuatu lewat khodam, makhluk astral, ascended master (makhluk karangan mereka yang konon mereka akui sebagai malaikat tapi keberadaannya tidak ada di dalam Al-Qur�an). 

Bahkan mereka membenarkan hal tersebut dengan mengatakan: 
Khodam, makhluk alam astral, ascended master sama seperti dokter, mekanik atau manusia-manusia yang mempunyai profesi lain, sehingga pasien dibenarkan untuk berinteraksi kepada khodam, makhluk alam astral, accende master dengan cara wirid, puasa semedi atau meditasi dan lelaku lainnya.

Salah satu argument para dukun atau paranormal yaitu:
BERINTERAKSI KEPADA KHODAM MELALUI PUASA, AMALAN-AMALAN WIRID ADALAH HAL YANG WAJAR SEPERTI HALNYA MEMINTA BANTUAN KEPADA DOKTER. APAKAH MEMINTA PERTOLONGAN DOKTER ADALAH SYIRIK?

Begitulah argument yang sangat populer dikalangan para dukun dan paranormal untuk membodohi masyarakat, tidak lupa juga para dukun dan paranormal seringkali mengatasnamakan Al-Qur�an dalam melakukan pembodohan-pembodohan untuk menutupi akal para pasien.

3. Membuat Ilmu Karangan Berdasarkan Imajinasi Para Dukun
Jangan heran kalau Sahabat Bitter pernah mendengar ilmu-ilmu seperti:
  1. Ilmu pedang senja, 
  2. Ilmu hikmatul rohim, 
  3. Ilmu fathyatul sinai, 
  4. Ilmu selereng pisau dan lain-lain. 
Sebetulnya ilmu itu tidak ada sama sekali dan hanya hasil karangan berupa kreativitas imajinasi para dukun dan paranormal untuk menarik para penggemar ilmu untuk ditukarkan dengan mahar berjumlah ratusan ribu bahkan jutaan.

Kreatifitas itu memang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tapi kalau kreatifitasnya menjerumuskan ke efek negatif dan malah menjadikan orang lain semakin bodoh. 
Yaaah jangan dong� 

Selain itu para dukun dan paranormal juga biasanya membuat dongeng-dongeng mengenai sejarah ditemukannya ilmu-ilmu palsu tersebut supaya terdengar lebih prestos dan orang akan lebih percaya dengan kehebatan ilmu-ilmu tersebut.

4. Membuat Ramalan
Dalam agama Islam, manusia dilarang mempercayai ramalan. 

Jika seorang muslim mempercayai suatu ramalan maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari. 

Bila anda mendapati orang yang mengaku bisa melihat keadaan masa mendatang (meramal), tertawakanlah, sinislah, bahkan anggaplah sebagai manusia hina. 

Sebenarnya para dukun dan paranormal tersebut tidak mengetahui sama sekali keadaan masa yang akan datang, biasanya mereka meminta bantuan para jin dan setan.

Ini semua dilakukan seorang dukun agar menjadi kaya raya melalui permainan option di pasar finansial dan akan menyandarkan hidupnya dari sedekah pasien melalui kebohongan-kebohongan yang dia jual. 

Sekarang Sahabat Bitter tinggal memilih, apakah Sahabat Bitter yang ditertawakan oleh peramal atau Sahabat Bitter yang mentertawakan mereka. 

Kalau Bitter Coffee Park sih, lebih memilih mentertawakan para dukun dan paranormal tersebut.

5. Menjual Benda�Benda Palsu
Kita sering melihat kan orang yang mengoleksi keris, cincin dan benda-benda lainnya yang katanya memiliki kesaktian dan ada isinya. 

Biasanya para dukun atau paranormal menjual benda-benda palsu. 

Maksud dari menjual benda-benda palsu adalah, biasanya para dukun atau paranormal menjual barang-barang berupa keris, kaos, sabuk, batu cincin, dompet, bahkan foto-foto guru mereka yang telah mereka �isi�.

Maksud dari kata �isi� tersebut adalah benda-benda tersebut seolah-olah sudah ada penghuninya yang akan menjaga si pengguna atau si pemilik benda-benda tersebut dan mereka juga akan mempercayai kalau benda tersebut bisa membawa hoki. 

Penjualan benda-benda tersebut adalah syirik dan dilaknat oleh Allah SWT. 

Sebenarnya barang-barang tersebut tidak mengandung kekuatan apa-apa, tapi karena dukun atau paranormal mengatakan bahwa benda-benda itu sudah di isi kekuatan menjadikan orang yang membelinya percaya bahwa benda-benda tersebut mempunyai kekuatan.

6. Gelar-Gelar Palsu Untuk Menambah Gengsi
Biasanya para dukun atau paranormal menggunakan gelar-gelar palsu agar mereka mendapat kepercayaan lebih di mata masyarakat. 

Seperti misalnya gelar Kyai, Haji, professor, Insyinyur sampai gelar MBA (Magister Bisnis Administrasi).

Jangan pernah terkagum-kagum dengan seorang paranormal, master ilmu hikmah atau pun dukun yang pandai berdebat atau menguatkan argumennya dengan menggunakan ayat-ayat dan kitab suci. 

Kalau Sahabat Bitter baca secara detail dan perhatikan potongan-potongan kitab suci tersebut maksudnya dapat berarti luas, dan penempatannya yang salah sebetulnya dapat memporak porandakan maksud dari ayat-ayat tersebut. 

Ingatlah kebodohan Sahabat Bitter adalah keuntungan bagi para dukun dan paranormal. 

Al-Qur�an tidak pernah membenarkan praktek-praktek perdukunan yang berkedok agama.

7. Mempunyai Moto Rahasia
Canggih juga yah.. Para dukun ini punya moto juga yang berbunyi �Anda Bertanya Maka Dukun atau Paranormal Harus Membual�. 

Salut deh.. 

Jika Sahabat Bitter Punya Moto sah-sah saja dan juga bagus serta diperlukan untuk menggapai tujuan yang kita inginkan. 

Tapi moto itu harus bertujuan baik yah.. 

Jangan sampai digunakan untuk mengelabuhi orang lain. 

Seperti halnya dukun yang mempunyai moto �Anda Bertanya Maka Dukun atau Paranormal Harus Membual�.

Maksud dari moto tersebut adalah ketika ada pasien yang bertanya dan meminta solusi dari segala permasalahannya, maka dukun atau paranormal tersebut akan mengada-ada memberikan jawaban yang pasien tanyakan dan memberikan solusi yang aneh, namun acap kali dipercayai oleh para pasien. 

Kembali Bitter Coffee Park ingatkan jangan pernah percaya pada para dukun dan paranormal.

Sebetulnya mereka tidak tahu tentang problem/ masalah masing-masing pasien. 

Kunci paranormal atau dukun biasanya adalah hanya berusaha meyakinkan sang pasien saja. 

Dengan cara tersebut, sang pasien akan tersugesti dan percaya dengan ilmu-ilmu ghaib yang paranormal atau dukun berikan.

8. Menggunakan Pasien Palsu
Biasanya para dukun atau paranormal menggunakan pasien palsu yang akan mereka jadikan sebagai alat promosi. 

Terkadang mereka menyuruh muridnya untuk berpura-pura menjadi pasien. 

Dengan cara pasien tersebut pura-pura kesurupan dan sedang memiliki masalah. 

Kemudian paranormal tersebut seolah-olah mengetahui masalah yang sedang dialami oleh pasiennya melalui kepintaran yang mereka punya. 

Para dukun tersebut pertama-tama mengumpulkan massa, kemudian dia pura-pura akan mengobati orang yang sedang sakit dan kesurupan.

Dukun ini biasanya pura-pura tidak kenal dengan pasien tersebut, padahal pasien tersebut adalah muridnya sendiri. 

Mereka merancang skenario dengan sangat apik. 

Dimana si pasien ini disuruh pura-pura kesurupan kemudian si dukun bisa mengobatinya. 

Hal ini menyebabkan masyarakat menjadi tertarik untuk mencobanya dan beranggapan bahwa dukun atau paranormal itu sakti dan hebat. 

Berhati-hatilah jangan pernah percaya pada dukun, percayalah hanya pada Allah SWT.

9. Senjata Berupa Ayat-Ayat Al-Qur�an dan Hadits-Hadits Palsu
Biasanya paranormal atau dukun menggunakan senjata berupa ayat-ayat Al-Qur�an dan Hadits-Hadits Palsu untuk menarik minat masyarakat agar mereka percaya bahwa ini semua adalah bagian dari praktek agama yang dibolehkan karena mengandung ayat-ayat Al-Qur�an. 

Kebanyakan dari paranormal atau dukun membuat hadist-hadits dan tabaruk-tabaruk palsu yang berisi sejarah kenabian yang sudah mereka modifikasi sedemikian rupa untuk pembenaran praktik-praktik syirik yang mereka lakukan.

Untuk itu kita harus belajar ilmu agama yang lebih dalam lagi agar tidak mudah percaya dengan ayat-ayat Al-Qur�an dan hadits palsu. 

Belajar lah pada ustadz yang memang imannya sudah benar-benar baik dan mengetahui akan isi Al-Qur�an dan hadist-hadist shohih. 

Jangan sampai belajar kepada sesorang yang salah, sehingga membuat Sahabat Bitter jatuh ke lubang hitam.

10. Nasihat Munafik Untuk Menutupi Sifat-Sifat Syirik
Seperti yang kita ketahui arti dari kata munafik adalah orang yang kalau berbicara lain di hati dan lain di bibir. 

Orang yang munafik itu orang yang selalu pandai berbohong. 

Nah disini akan Bitter Coffee Park jelaskan maksud dari nasihat munafik dukun atau paranormal adalah biasanya mereka memberikan nasihat-nasihat kosong tentang bahayanya ilmu hitam dan syirik kepada para pasien/ tamu seakan-akan ilmu yang dukun itu berikan memang benar-benar ilmu yang datang dari Allah dan bisa dipelajari siapa saja. 

Mereka melakukan itu agar para pasiennya bisa percaya dan yakin dengan ilmu perdukunannya. 

Selain itu nasihat munafik juga digunakan untuk menutupi sifat-sifat syirik mereka dalam melakukan praktek-praktek.
?????


Demikian artikel tentang Apa Saja Kebohongan Dukun Yang Patut Sahabat Bitter Ketahui? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Apa Saja Kebohongan Dukun Yang Patut Sahabat Bitter Ketahui? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Apakah Sihir Itu Nyata?

Info informasi Apakah Sihir Itu Nyata? atau artikel tentang Apakah Sihir Itu Nyata? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Apakah Sihir Itu Nyata?
Pembahasan kali ini sebenarnya pernah Bitter Coffee Park mengulasnya dengan judul:
Dan kali ini Bitter Coffee Park, akan lebih meringkas tentang Pertarungan Ilmu Hitam Dan Ilmu Putih dengan judul:
APAKAH SIHIR ITU NYATA?
Okay.....!!!!!
Untuk menghindari perdebatan yang panjang, coba perhatikan Tafsir Ayat Al-Qur'an berikut:

Al-Falaq
  1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
  2. Dari kejahatan makhluk-Nya,
  3. Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,
  4. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
  5. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.
Mari kita lanjutkan bahasan lebih reil perihal Sihir ini.

Mungkin dari sekian banyak manusia ada yang percaya dan tidak dengan adanya ilmu Sihir, percaya atau tidak memang benar ilmu Sihir itu ada, dan bisa di pelajari oleh orang yang gemar dalam hal olah kebathinan atau keghaiban.

Ilmu kebathinan/ keghaiban banyak sekali jenis nya yang mungkin tidak terhitung jumlahnya.

Dan inilah salah satu ilmu keghaiban yang ter golong menyakitkan atau menyiksa, yaitu ilmu santet.

Iya.. Sihir di Indonesia lebih cenderung dikenal dengan istilah SANTET pada umumnya.

Akan tetapi sebenarnya, banyak sekali jenis-jenis Sihir selain SANTET.

Namun, untuk mempermudah bahasan ini, Bitter Coffee Park mencoba mengambil contoh SANTET.

Ilmu santet pada umumnya adalah:
Ilmu yang mempelajari tentang memasukan benda ke dalam tubuh manusia dengan tujuan menyakiti atau menyiksa.

Manusia yang memilki ilmu ini biasanya bersekutu dengan setan dan jin untuk melakukan niat jahatnya.

Budaya Masyarakat Jawa
Dalam masyarakat Jawa, terdapat fenomena Ilmu Sihir salah satunya Teluh Braja.

Menurut kesaksian dan cerita turun-temurun dari leluhur, Teluh Braja juga merupakan sinar terang benderang yang melesat amat cepat. Atau seperti ainun saqhirah.

Kemunculan teluh braja biasanya disusul mewabahnya penyakit.

Kalau menuju ke rumah tertentu, salah satu penghuninya biasanya lalu menderita sakit berat,tak jarang mengakibatkan kematian.

Di Jawa, ada beberapa jenis tanaman bisa menangkal datangnya teluh braja sehingga tidak memakan korban.

Dengan menanam pohon pepaya di muka rumah, bisa mengalihkan datangnya teluh braja ke pohon tersebut. Sehingga si empunya rumah selamat dari serangan guna-guna atau santet.
?????


Demikian artikel tentang Apakah Sihir Itu Nyata? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Apakah Sihir Itu Nyata? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Kenapa Penguasa Jawa (Raja Jawa) Identik Dengan Symbol Macan (Harimau)?

Info informasi Kenapa Penguasa Jawa (Raja Jawa) Identik Dengan Symbol Macan (Harimau)? atau artikel tentang Kenapa Penguasa Jawa (Raja Jawa) Identik Dengan Symbol Macan (Harimau)? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Kenapa Penguasa Jawa (Raja Jawa) Identik Dengan Symbol Macan (Harimau)?
Secara akademik, teori tentang symbol, dapat dibaca misalnya dari pikiran George Herbert Mead yang menyatakan bahwa komunikasi manusia selalu berlangsung melalui pertukaran symbol serta pemaknaan atas symbol.

Tulisan lain tentang teori simbol, dapat juga dibaca tulisan Clifford Geertz

Buku berjudul Religion of Java (1992), menelusuri tradisi keagamaan Mojokerto. 

Tradisi ini kemudian diintrodusir sebagai karakter keagamaan masyarakat Jawa. 

Dalam tulisan itu, dia menyatakan: system symbol dapat merefleksikan kebudayaan tertentu.

Mungkin Bitter Coffee Park bisa mendapat jawaban pertanyaan tentang:
Kenapa Penguasa Jawa (Raja Jawa) Identik Dengan Simbul Macan (Harimau)?
dari tulisan:
Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika (8 Februari 2019)
Berikut ini:
Diakui atau tidak, masyarakat Jawa adalah salah satu etnis di Indonesia yang paling akrab sekaligus terpapar dengan kekuasaan. 

Bahkan banyak yang menyebut etnis ini yang terdalam terkena imbas baik positif atau negatif terhadapnya. 

Salah satunya adalah terlacak pada jejak budayanya.

Semenjak masa awal sekali, pada masyarakat Jawa Kuna, di wilayah yang menjadi pulau terpadat di dunia ini sudah ada kekuasaan yang eksis terorganisir dan terentang kuat sistematis. 

Teori Raffles
Di pulau yang kata Raffles tersubur di dunia karena dari puncak gunung hingga pesisir penuh makanan, air, dan ikan ternyata lekat sekali dengan tangan kekuasaan. 

Pengaruh asing pun sudah terindikasi lama sekali. 

Semenjak era terjadinya imigrasi besar-besaran manusia dari Benua Asia yang berada di sebelah utara (Asia belakang/ disebut sebut Yunan) ke arah selatan, maupun hingga masuknya agama Hindu dari anak benua India, hingga ke lompatan zaman berikutnya.

Pada masa awal Masehi (kadang disebut pada abad 4-5 Masehi) 
Pada masa awal Masehi (kadang disebut pada abad 4-5 Masehi) di Jakarta Utara atau kini di sekitar pelabuhan Sunda Kalapa, sudah tercatat ada kerajaan yang eksis. 

Prasasti Tugu
Jejaknya tercium pada Prasasti Tugu yang kini menjadi sebuah nama wilayah di dekat pelabuhan Tanjung Priok. 

Dalam prasasti itu berbicara banyak bagaimana kekuasaan dijalankan di wilayah ini. 

Bagaimana kekuasaan memberlakukan kehidupan keagamaan, bagaimana kekuasaan berusaha keras membuat makmur rakyat dengan menyodet sungai Candrabaga untuk keperluan irigasi sekaligus penanggulangan banjir, dan sebagainya. 

Di sini ada sosok penguasa bernama Purnawarman.
Prasti tugu dengan huruf Palawa dan Sansekerta.

Menelisik Ke Kutai Kalimantan Timur
Di Kutai Kalimantan Timur pada saat yang hampir bersamaan punya kerajaan dengan nama raja khas �Nusantara� yakni Kudungga. 

Namun jejak seluk-beluk kekuasaannya belum terekam dengan baik di masa kini.

Sejarah lebih banyak bicara mengenai kekuasaan di Jawa daripada di Kalimantan atau Borneo (sejarah wilayah timur Indonesia ternyata masih dianggap serba gelap). 

Di sini juga membenarkan tesis yang dipercaya sejak era Van den Bosch hingga DN Aidit
'Jawa adalah konci' bagi kekuasaan di negeri kepulauan ini, meski Tan Malaka dan M Yamin kemudian lebih percaya Sumatra adalah masa depan Indonesia. 
Di sini Jawa memang semenjak zaman purba berkelindan dengan gelap terangnya kekuasaan penduduknya.

Ratu Shima
Semua pasti mahfum, di Jawa bagian tengah utara, sesudah masa itu dahulu ada kerajaan Hindu yang kondang dengan Ratu perempuannya yag tegas bernama Ratu Shima. 

Melalui wangsa ini dibangun jejak eksisnya kekuasaan yang berupa berbagai candi yang kini berada di area Dieng atau pegunungan tengah Jawa. 

Cerita kala itu betapa kekuasaan yang adil dan dijalankan tanpa mememihak ada di era ini. 

Ribuan tahun kemudian orang masih mengenangkan ketegasan sekaligus kenegarawan Ratu Shima ini.

Kerajaan Mataram Hindu 
Selain itu jejak kerajaan Mataram Hindu ada pada Prambanan, situs Boko dan lain-lain. 

Saat itu juga masuk kekuasaan dari Sumatra, yakni Sriwijaya. 

Dinasti ini pun meninggalkan candi megah yang bernama Borobudur yang juga masih berada di bagian wilayah pegunungan tengah Jawa yang lain, yakni pegunungan Tidar di Magelang.

Pegunungan ini dalam hikayat tanah Jawa dianggap sebagai paku pulau Jawa agar tak terombang-ambing di keluasan jagat raya seperti pelampung angsa.

Kekuasaan Mataram Kuno
Kisah putaran perburuan kekuasaan Jawa ini berlanjut ketika kekuasaan Mataram Kuno ini berpindah dari area sekitar Jawa Tengah, menuju timur, yakni ke hulu sungai Brantas dengan berdirinya kerajaan Airlangga yang berada di muara Sungai Berantas di dekat Surabaya. 

Perpindahan kekuasaan ini terjadi sekitar tahun 1000 Masehi dengan ditandai hadirnya bencana dahyat meletusnya gunung Merapi. 

Kehebatan letusan gunung itu masih terlacak hingga sekarang dengan ditemukannya berbagai situs candi yang tertanam dalam tanah sedalam 3-4 meter di daerah sekitar Sleman Yogyakarta. 

Uniknya, sepanjang era yang hampir mencapai satu 'alaf' (1000 tahun) itu tidak tercatat secara jelas apa dan bagaimana kekuasaan dipergilirkan antar wangsa tersebut. 
Apakah ada pembunuhan dan perang yang besar selama kurun tersebut? 
Semua tak bisa secara gamblang menjelaskannya.

Tulisan �Romo� Greg Sutomo
Apakah kalau pada kurun alaf pertama Masehi tersebut di Jawa juga tidak ada ekploatasi manusia karena ada kekuasaan yang eksis?
Jawab nanti dahulu. 
Sebab, beberapa tahun silam ada tulisan ada buku yang ditulis dari �Romo� Greg Sutomo terbitan Kanisius Yogyakarta mengenai soal apa yang sebenarnya terjadi di balik berbagai bangunan yang menjadi karya dunia seperti Piramida, tembok Cina hingga Taj Mahal.

Dia mengatakan di balik pendirian bangunan itu pasti ada tangan kekuasaan yang besar. 

Dan di sana pasti ada cerita sedih tentang penderitaan rakyat biasa yang dipaksa untuk melayani kehendak kekuasaan.

Kisah hubungan antara rakyat dengan kekuasaan yang tengah eksis ini, juga ditandai dengan adanya sistem irigasi pertanian yang teratur. 
Kalau ada sistem irigasi maka di situ ada kekuasaan yang eksis.

Maka dari sinilah juga dipikirkan ketika ada atau ditemukan sebuah peninggalan adiluhung di Jawa, maka di sana pasti ada kekuasaan sekaligus juga ada rintihan penderitaan rakyat. 

Di sini juga selalu ada jejak samar mengenai penggunaan agama dalam politik kekuasaan.

Dahulu di Mesir kuno, di Cina, atau era kerajaan Moghul di India pun begitu. Di sanalah tercium kisah rakyat yang dikerahkan untuk membangun benda ajaib tersebut sudah lama terdengar. 

Alhasil, hal sama juga diyakini misalnya kemudian dalam memahami proses pembangunan candi Borobudhur yang butuh memakan waktu lebih dari 10 tahun. 

Di sini di yakini juga adanya jejak pengerahan tenaga manusia secara masif.

Era Berdirinya Kerajaan Airlangga
Nah, setelah era berdirinya kerajaan Airlangga itu kisah perguliran kekuasaan di Jawa semakin terang. 

Kekuasaan memang selalu ganti berganti dan sedihnya, darah dan darah terus terumpah setiap kalinya. 

Perang dan perang terus terjadi, bahkan antar keluarga sekalipun.

Sejarawan Belanda �De Graaf�
Lihat saja pada kisah berdiri Kediri, Singasari, Majapahit, Demak, Pajang, hingga Mataram Islam. 

Melalui buku yang ditulis secara serial oleh sejarawan Belanda �De Graaf� (menulis tentang bangkit, puncak, dan surutnya kekuasaan Mataram Islam) situsasi kekerasan dan konflik terasa sangat jelas. Tikam menikam keris dan senjata sudah berupa kelaziman.

Bahkan, para ahli sejarah Belanda lain ada yang sampai hati mengatakan para penguasa di Jawa dahulu sebenarnya hanya keturunan sekelompok orang layaknya kepala gang bandit. 

Mereka tampaknya berkata begitu karena menyusuri alur sejarah perguliran kekuasaan di pulau beras �Jawa Dwipa� yang memang berdarah darah ini.

Jejak pergantian kekuasaan di Jawa pasca-Demak hingga beralih ke Mataram Islam 
Jejak pergantian kekuasaan di Jawa pasca-Demak hingga beralih ke Mataram Islam tersaji dengan yahud melalui fiksi legendaris 'Api Di Bukit Menoreh' karya SH Mintardja

Serial bersambung yang dahulu terbit dalam sebuah koran dan cetakan stensilan buku tipis, dianggap sebagai fiksi terbaik yang menceritakan sepenggal episode pergantian kekuasaan di Jawa. 

Fiksi ini memang mampu merangsang imajinasi, dan fiksi ternyata beda dengan selama ini khalayak awam pahami sebagai hal yang fiktif atau palsu.
Novel Api Di Bukit Menoreh' karya SH Mintardja

Di penghujung akhir kekuasaan Belanda di Jawa, setelah surutnya pengaruh kerajaan dinasti Mataram dan eksisnya pemerintahan kolonial, wilayah ini tak pula kunjung aman. Klaim kekuasaan bila negerinya itu aman sentosa dan adil makmur hanya ujaran semata, bahkan meninabobokan.

Sejarawan Sartono Kartodirjo 
Konflik dan darah terus terjadi di sekujur pulau ini. Kelaparan penduduk, tanah yang jatuh disewa oleh orang asing untuk lahan perkebunan, dan cucuran air mata yang dibarengi perlawanan rakyat terus terjadi sepanjang waktu.

Mendiang tokoh sejarawan Sartono Kartodirjo kerap mengatakan di Jawa sebenarnya kekerasan terus meletup atau bergejolak: 
Setelah perang Jawa kekerasan terus terjadi di seluruh pulau Jawa meski bentuknya sporadis dan kecil-kecil. Namun rata menyebar. Bandit dan 'kecu' memangsa rakyat yang tinggal di perdesaan.

Menurut Sartono, bahkan setelah era perang pesar Jawa, yakni Perang Diponegoro (1825-1830) kerusuan mengguyur merata seperti hujan yang rintik. 

Memang tidak dalam bentuk perang raya lagi, tapi kekerasan terus merebak dari ujung ke ujung, misalnya dari kekerasan yang digagas oleh tokoh spiritual di lereng gunung di Jawa Timur, ulama di Pantai Utara Jawa, perlawanan para haji di Banten (munculnya Pemberontakan Petani Banten (1888)), hingga perlawanan tokoh lokal spiritual Entong Gendut di Jatinegara, perlawanan atas pajak tanah dan jumlah hari kerja yang dipimpin Kayin Bapa Kayah di desa Pangkalan (dekat bandara Soekarno-Hatta), hingga Pitung yang konon lahir di bilangan Pal Merah (Jakarta). 

Bukan hanya selesai saat itu saja, kekerasan terus meletup hingga 1928 memakan darah yakni pemberontakan PKI pertama, Peristiwa pembantaian di tiga daerah (perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat pada 1945), Perang Revolusi Kemerdekaan 1945-1950, Pemberontakan DII/ TII Kartosuwiryo, kekerasan di sekitar peristiwa G30SPKI 1965, hingga pembantaian dukun santet di Jawa Barat dan Jawa Timur, sampai hadirnya rusuh di masa Reformasi 1998.

Pendambaan Sosok Ratu Adil
Jelas semua perguliran kekuasan tersebut terus memercikkan api kesumat dendam. 

Bahkan hingga kini apa yang disebut impian dalam tembang di suluk para dalang wayang kulit: �negeri ingkang tata tentrem karta raharja� hingga adanya sosok Ratu Adil, tetap tak memunculkan bayangannya.

Great Depression/ Malaise
Gambaran era Jawa yang cukup makmur memang sempat ada meski dalam masa yang sebentar sekali (yakni terindikasi berada di dalam masa kolonial antara tahun 1900-1930). 

Kala itu orang menyebut sebagai 'zaman normal' yang saat itu juga disertai era munculnya gaya lukisan 'Indonesia Moy' (Indonesia Indah). 

Namun suasa ini berakhir karena munculnya krisis ekomoni dunia yang besar (Great Depression/ malaise).

Tapi apakah itu fenomena kekerasan itu khas Indonesia? 
Ternyata tidak. 
Bangsa di Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika ternyata sama saja. 

Perguliran kekuasaan di Romawi dan Yunani pun selalu berdarah. 

Zaman Romawi era Kaisar Nero ibu kota kerajaan dan kaum rakyat banyak disiksa dan dibakar hidup-hidup di sana.

Dahulu pendirian negara yang dibangun para imigran, yakni Amerika Serikat di tahun 1700-an misalnya pun memunculan tragedi berdarah berupa perang saudara dan perbudakan. 

Juga di Eropa yang masih belum terlalu lama usai dari aneka kecamuk perang yang bila dikaji lagi di dalamnya juga ada �berbau� konflik agama.

Di Amerika Latin dan negara-negara di Afrika apalagi. 

Ada sebutan yang akrab soal kekuasaan di berbagai negara itu yang diolok-olok bila setiap bangun pagi pasti sang penguasa selalu baru. 

Di sana ada sosok diktator seperti Juan Peron di Argentina. 

Atau Idi Amien di Uganda yang diperlakukan pejoratif dengan disebut �Presiden yang suka memangsa daging manusia�. 
Semua serba brutal bukan?

Jadi jangan terlalu heran dengan orang Jawa yang terkesan sopan-santun atau lemah lembut. 

Ingat mereka bukan alien atau penduduk angkasa luar sehingga langgam perilaku tersendiri. 

Mereka juga makhluk bumi pula. Wajar sekaligus masuk akal bila ada pihak yang mengatakan sebenarnya perilaku orang Jawa terhadap kekuasaan galibnya �macan yang sedang tertidur� sebab mendadak bisa bangun keras mengaum atau bahkan mengamuk tak terkendali (diserap ke dalam bahasa Inggris jadi �Amock�). 

Orang Jawa yang keseharian terkesan bersikap �mengalah� berkata terjaga dan lirih itu sebenarnya menyimpan energi kemarahan terdahap kekuasaan yang dirasa menindas batinnya. 

Di sini ada falsafah 'Telu Ngo': 
  1. Ngalah (mengalah), 
  2. Ngalih (berpindah), 
  3. Ngamuk (bertindak membabi buta).

Jadi sekilas memang orang Jawa punya budaya diam karena sejak leluhurnya mereka kerap terpinggirkan oleh kekuasaan. 

Cara bermusyawarahnya yang pada zaman milenial ini disebut 'demokrasi' pun unik. Ini karena hasilnya bisa ditentukan oleh orang yang lebih tua dan berpengaruh meski sosok itu tidak ada dalam ajang yang disebut sebagai musyawawah itu. 

Berbeda atau tidak seegaliter dengan bentuk musyawarah dalam rapat adat di masyarakat luar Jawa yang lebih lugas dan susah dintervensi oleh pihak yang berada di luar ajang musyawarah.

Bahkan dalam titik ini, ada yang sampai hati mengatakan pula bila penjajah Belanda bukanlah pihak yang sebenarnya menjajah penduduk Jawa karena mereka membuat kamuflase canggih. 

Pejabat kolonial Belanda tak pernah menjajah penduduk Jawa secara langsung, tapi menjajah lewat elitnya (meminjam tangan orang lain/ nabok nyilih tangan). 

Jadi Belanda sebenarnya hanya mengendalikan segilintir elit agar menurut segala kemauannya, kemudian elite (priyayi) itu baru kemudian menjajah rakyat yang secara langsung.

Caranya lainnya, berbagai kerajaan dibiarkan tetap eksis meski hanya dijadikan lambang budaya saja. 

Roda pemerintahan yang langsung bersentuhan langsung dengan rakyat mereka cabut. 

Administrasi negara dikendalikan oleh kolonial melalui kepanjangantangannya, yakni wakil raja (mahapatih).
Tiga Orang Perwakilan Dari Keraton Surakarta saat menghadiri Perayaan Ulang Tahun Perkawinan Ratu Wilhelmina di Negeri Belanda Tahun 1923.
(Foto: Indonesia Tempo Doeloe, W. Van Dee Pool, Gahetna.nl)

Alhasil, dari dahulu leluhur Jawa pun sebenarnya sudah punya persepsi sendiri berupa pasemon atau kiasan terhadap kekuasaan dan orang yang berebut, berburu, serta ingin berkusa. 

Ada sebutan �wong kuasa iku koyo nunggang macan (berkuasa itu seperti orang naik di punggung harimau: ketika akan naik ke atas macan mereka berebut sekaligus ketakutan, ketika sudah berada di atas punggungnya mereka bisa menjadi sosok menakutan).

Namun ketika akan turun dari posisi yang sebelumnya berada di atas punggung itu, yang berkuasa pun ketakutan sebab bisa dimangsa sang macan. 

Episode berburu macan ini dalam budaya jawa dikenal dengan kiasan berupa festival berburu binatang buas itu yang diberi nama �Rampokan�.
Eksekusi putra Raja Amangkurat II dengan cara dicekik dan permaisuri serta para dayang-dayangnya di eksekusi dengan cara di lempar ke kandang macan yang tidak diberi makan selama berhari-hari.

Hebatnya lagi, nasihat lain juga perlu direnungkan terutama bagi para keluarga dan orang-orang disekitar lingkar kekuasaan. 

Hal itu adalah ujaran:
Ojo kudungan welulang macan
(Jangan berkurudung/ berlindung kepada kulit harimau). 
Yang arti sederhananya adalah:
Janganlah suka berlindung di balik kekuasaan agar terlihat menakutkan, berwibawa, atau 'gahar'.

Konflik Berdarah Tujuh Turunan
Celakanya lagi, di masyarakat Jawa kerap menyimpan dendam dan konflik berdarah sampai turun ke generasi tingkat tujuh. 

Tentu masih ingat kisah kutukan Empu Gandring yang mengeksiskan kekuasaan Ken Arok saat membunuh Adapati Tumapel dan kemudian meratakan jalan menuju singgasana kekuasaan selaku Raja Singasari. 

Di kisah ini, rakyat jelata cuma diberlakukan sebagai obyek penderita layaknya Kebo Ijo yang jadi korban ambisi kekuasaan sahabat karibnya, yakni Ken Arok itu.

Pun perlu diingat pula adanya ujaran Jawa klasik yang lain yang terkait imbas dendam dan konflik. 

Ada pepatah begini: 
Dadiyo godong tan sinuwek dadiyo banyu nora cinawuk 
(bila pun jadi daun tidak akan sudi menyobek, bila jadi air tak akan mau menciduk). 
Berburu kekuasaan di Jawa ternyata telah mengakibatkan pendarahan kesumat hingga lintas zaman.

Maka ojo gumunan, ojo kagetan, ojo dumeh. Dan juga: Ojo Adigang. adigung, adiguno! (besar kepala). 

Ya, terutama, pada segala sesuatu yang terkait dengan kekuasaan.
?????


Demikian artikel tentang Kenapa Penguasa Jawa (Raja Jawa) Identik Dengan Symbol Macan (Harimau)? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Kenapa Penguasa Jawa (Raja Jawa) Identik Dengan Symbol Macan (Harimau)? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Benarkah Islam Nusantara/ Islam Kejawen Itu Sesat?

Info informasi Benarkah Islam Nusantara/ Islam Kejawen Itu Sesat? atau artikel tentang Benarkah Islam Nusantara/ Islam Kejawen Itu Sesat? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Benarkah Islam Nusantara/ Islam Kejawen Itu Sesat?
Allah SWT telah memuliakan manusia dengan akal dan kemampuan belajar dan ilmu pengetahuan adalah sebagai dasar dicalonkannya manusia untuk menjadi khalifah di muka Bumi. 

Karenanya Islam datang menyuruh kita untuk merenung, berpikir, dan memperingatkan peniruan secara membuta dan sikap jumud, sehingga berpikir dan belajar adalah kewajiban dalam Islam.

Islam juga memuji ilmu pengetahuan, sehingga orang-orang yang berilmu pengetahuan, Islam menjadikannya sebagai pewaris para Nabi.

Adanya sekelompok golongan Islam yang lainya mengatakan Islam Nusantara/ Islam Kejawen adalah:
Ahli bid�ah atau bahkan Ajaran Sesat karena tidak sesuai dengan ajaran Rasul. 

Kita disini bukan mengupas golongan mana yang dimaksud, Bitter Coffee park yakin Orang Muslim Indonesia tahu benar golongan mana yang dimaksud.

Pertanyaannya adalah:
Benarkah Islam Nusantara Itu Sesat?
Pertama kali kita harus tegaskan bahwa:
Dari Dulu Islam Itu Satu, Dan Akan Tetap Satu Selamanya

PENGERTIAN ISLAM NUSANTARA
Islam Nusantara atau model Islam Indonesia adalah suatu wujud empiris Islam yang dikembangkan di Nusantara setidaknya sejak abad ke-16, sebagai hasil interaksi, kontekstualisasi, indigenisasi, interpretasi, dan vernakularisasi terhadap ajaran dan nilai-nilai Islam yang universal, yang sesuai dengan realitas sosio-kultural Indonesia.

Istilah ini secara perdana resmi diperkenalkan dan digalakkan oleh organisasi Islam Nahdlatul Ulama pada 2015, sebagai bentuk penafsiran alternatif masyarakat Islam global yang selama ini selalu didominasi perspektif Arab dan Timur Tengah.

Islam Nusantara didefinisikan sebagai penafsiran Islam yang mempertimbangkan budaya dan adat istiadat lokal di Indonesia dalam merumuskan fikihnya.

Pada Juni 2015, Presiden Joko Widodo telah secara terbuka memberikan dukungan kepada Islam Nusantara, yang merupakan bentuk Islam yang moderat dan dianggap cocok dengan nilai budaya Indonesia.

Penyebaran Islam di Indonesia adalah proses yang perlahan, bertahap, dan berlangsung secara damai.

Satu teori menyebutkan bahwa Islam datang secara langsung dari jazirah Arab sebelum abad ke-9 M.

Sementara pihak lain menyebutkan peranan kaum pedagang dan ulama Sufi yang membawa Islam ke Nusantara pada kurun abad ke-12 atau ke-13, baik melalui Gujarat di India atau langsung dari Timur Tengah.

Pada abad ke-16, Islam menggantikan agama Hindu dan Buddha sebagai agama mayoritas di Nusantara. 

Islam tradisional yang pertama kali berkembang di Indonesia adalah cabang dari Sunni Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang diajarkan oleh kaum ulama, para kyai di pesantren.

Model penyebaran Islam seperti ini terutama ditemukan di Jawa.

Beberapa aspek dari Islam tradisional telah memasukkan berbagai budaya dan adat istiadat setempat.
[Baca: Islam Nusantara]
PENGERTIAN ISLAM KEJAWEN
Islam Kejawen bukalah sebuah Agama karena Islam Kejawen sebenarnya tetap sama dengan Agama Islam seperti yang pernah dibahas sebelumnya bahwa Islam Kejawen dapat dikatakan termasuk didalam Kultur Kebudayaan Islam yang ada di Indonesia.

Secara umum agama Islam? merupakan agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan artilainnya Agama Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: ????, Allah). Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti Seseorang Yang Tunduk Kepada Tuhan, atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.

Kejawen (bahasa Jawa Kejaw�n) merupakan sebuah kepercayaan yang terutama dianut di pulau Jawa oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa.


Kejawen hakikatnya adalah suatu filsafat di mana keberadaannya ada sejak orang Jawa (Bahasa Jawa: Wong Jawa, Krama: Tiyang Jawi) itu ada. 

Hal tersebut dapat dilihat dari ajarannya yang universal dan selalu melekat berdampingan dengan agama yang dianut pada zamannya. 

Lalu...
Kenapa Harus Mempermasalahkan Islam Nusantara Dan Islam Kejawen?

Padahal, baik Islam Nusantara dan Islam Kejawen mesih berkiblatkan di Ka'bah dan berkitabkan Kitap Suci Al-Qur'an.

Tapi, ada sebuah kelompok Islam yang mengatakan bahwa Islam Nusantara atau Islam Kejawen adalah ajaran sesat dan cenderung menyerupai Kekafiran.

Padahal, kesesatan atau kekafiran itu muncul dikarenakan tingkah niat hati dalam berprilaku hidup itu berpedoman pada tingkah laku orang-orang kafir, seperti:

Bukan karena dia Islam Nusantara atau Islam Kejawen.

Secara Definisi:
Kafir (bahasa Arab: ???? kafir; plural ????? kuffar) artinya adalah menutup kebenaran, menolak kebenaran, atau mengetahui kesalahan tapi tetap menjalankannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kafir adalah orang yang tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya. 

Defisi Kafir Dibagi menjadi 3 (tiga)
  1. Ada kafir harbi yaitu orang kafir yang mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi, 
  2. Ada kafir muahid yaitu orang kafir yang telah mengadakan perjanjian dengan umat Islam bahwa mereka tidak akan menyerang atau bermusuhan dengan umat Islam selama perjanjian berlaku, dan 
  3. Ada kafir zimi yaitu orang kafir yang tunduk kepada pemerintahan Islam dengan kewajiban membayar pajak bagi yang mampu.

Menurut Ensiklopedi Islam Indonesia
Dalam teologi Islam, sebutan kafir diberikan kepada siapa saja yang mengingkari atau tidak percaya kepada kerasulan Nabi Muhammad (570-632 M) atau dengan kata lain tidak percaya bahwa agama yang diajarkan olehnya berasal dari Allah pencipta alam. 

Kendati orang Yahudi atau Kristen meyakini adanya Tuhan, mengakui adanya wahyu, membenarkan adanya hari akhirat dan lain-lain, mereka - dalam teologi Islam - tetap saja diberi predikat kafir, karena mereka menolak kerasulan nabi Muhammad atau agama wahyu yang dibawanya.

Islam Kejawen juga bagian dari Islam Nusantara yang ada di Indonesia.
Karena, pada dasarnya Islam Kejawen adalah Orang Islam dari suku jawa yang masih melestarikan Kebudayaan Jawa seperti Dakwah para Wali Songo yang terbukti Ampuh mengislamkan Nusantara.

Jika kita ketahui, Budaya itu berbeda dengan Adat Istiadat.

Namun itu adalah satu kesatuan yang bergaris lurus.

Budaya terbentuk karena adanya Sitem prilaku yang ada didalam masyarakat lokal. Jika kita tarik garis benang merah lurus, maka sistem itu sebagai berikut:

Agama => Adat Istiadat => Budaya.

Agama yang membentuk Adat Istiadat itu sendiri dan melanjutkan ke dalam sistem Budaya masyarakat setempat. Namu, Budaya terbentuk bukan hanya dari faktor Agama saja. Faktor alam juga mempengaruhi Budaya yang akhirnya disitulah terbentuk Cipta Karsa Rasa Manusia (Karya Seni)

Kesimpulannya:
Agama samawi ialah ajaran Allah yang disampaikan kepada para Rasul-nya, yaitu agama Islam. Agama Samawi atau Sama�i, ialah agama Wahyu, dan wahyu yang Allah turunkan itu tidak lansung diturunkan kepada masyarakat, akan tetapi melalui Rasul atau utusan Allah.


  1. Secara pasti dapat ditentukan lahirnya, dan bukan tumbuh dari masyarakat, melinkan diturunkan kepada masyarakat.
  2. Disampaikan oleh manusia yang dipilih Allah sebagai utusan-Nya. Utusan itu bukan menciptakan agama, melainkan menyampaikanya.
  3. Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia.
  4. Ajaranya serba tetap, walaupun tafsiranya dapat berubah sesuai dengan kecerdasan dan kepekaan manusia.
  5. Konsep ketuhananya adalah: Monotheisme mutlak (Tauhid).
  6. Kebeneranya adalah universal yaitu berlaku bagi setiap manusia, masa, dan keadaan.
Dari ciri-ciri tersebut dapat dikatakan bahwa agama samawi bukanlah hasil pemikiran ataupun diambil dari kebudayaan manusia, melainkan murni ajaran dari Tuhan yang bersifat mutlak.

Oleh karenanya lingkup kebudayaan ataupun yang lain tidak boleh mengatasnamakan bahwa ajaran samawi itu berasal dari mereka.

Seperti halnya kebudayaan, agama sangat menekankan makna dan signifikasi sebuah tindakan.

Karena itu sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara kebudayaan dan agama bahkan sulit dipahami kalau perkembangan sebuah kebudayaan dilepaskan dari pengaruh agama.

Melarang umat Islam mengikuti jejak langkah orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah:

?????? ?????? ?????????? ??????? ??? ???????? ??????????? ???????? ??????? ????? ?????? ???? ???????? ????? ????????? ??????????? ??????? ?????????? ??? ?????? ??????? ?????????? ????????? ???????? ??????????? ????????? ????????? ?????????? 
Artinya: 
Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.
(QS. Al-Hadid : 16)

Sesunguhnya tidak ada satupun kebudayaan yang seluruhnya didasarkan pada agama.

Namum yang harus diwaspadai disini bukanlah tentang Islam Nusantaranya. Melainkan Kaum muslimin dinegeri ini dalam menjalani kehidupan sehari-harinya telah terbelenggu dengan gaya yang sama dengan cara gaya hidupnya orang-orang kafir, sehingga secara kasat mata bila dilihat dari penampilan sehari-harinya sudah sulit membedakan.
Apakah seseorang itu muslim atau orang kafir?

Budaya, adat istiadat, perbuatan, sikap dan tingkah laku serta kebiasaan mereka-mereka non muslim sepertinya sudah menjadi budaya, adat istiadat, perbuatan, sikap, perilaku dan kebiasaan sebagian besar orang-orang muslim. 

Banyak contoh baik dilihat dari gaya penampilan individu, keluarga maupun dalam kelompok yang lebih luas lagi yaitu masyarakat.

Pandangan yang keliru seperti itu (Menganggap Islam Nusantara Sesat) hanya mengalihkan perhatian seseorang dari masalah yang sebenarnya dan memperlambat tindakan yang diperlukan secara mendesak dan tindakan pencegahan yang penting.

Dalam hubungan timbal balik mereka, iman dan akhlak baik adalah penting, dan bukan ras, asal-usul suku, bahasa, harta, kedudukan, atau jabatan. 

Kenyataan bahwa kaum Muslim belum mampu Menciptakan Persatuan Islam yang kuat dan giat merupakan penyebab utama banyaknya permasalahan yang ada saat ini. 

Budaya Jawa Dan Arab Itu Beda.
Tapi, Kita memiliki Adat Yang Sama.
Karena Adat itu adalah Ahklak.
NB: Aliaran Kejawen Itu bukan Islam Kejawen
?????


Demikian artikel tentang Benarkah Islam Nusantara/ Islam Kejawen Itu Sesat? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Benarkah Islam Nusantara/ Islam Kejawen Itu Sesat? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Siapa Sajakah Keturunan Raja Brawijaya V Di Tanah Jawa? (TRAH MATARAM JAWA)

Info informasi Siapa Sajakah Keturunan Raja Brawijaya V Di Tanah Jawa? (TRAH MATARAM JAWA) atau artikel tentang Siapa Sajakah Keturunan Raja Brawijaya V Di Tanah Jawa? (TRAH MATARAM JAWA) ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Siapa Sajakah Keturunan Raja Brawijaya V Di Tanah Jawa? (TRAH MATARAM JAWA)

Brawijaya V adalah raja terakhir Kerajaan Majapahit versi naskah-naskah babad dan serat, yang memerintah sampai tahun 1478. 

Tokoh ini nyata dan sangat legendaris. Prabu Brawijaya sering dianggap sama dengan Bhre Kertabhumi, yaitu:
Nama yang ditemukan dalam penutupan naskah Pararaton.


KERAJAAN MAJAPAHIT
Majapahit kerajaan besar yang membentang dari ujung utara Sumatera, Selat Malaka hingga ke Papua mulai melemah akibat perang saudara selama lima tahun yang terkenal dengan Perang Paregreg (1401-1406 M)

Akibat Perang inilah Kerajaan Majapahit dibawah jurang kehancuran. 

Sehingga kurang melakukan pengawasan terhadap beberapa kerajaan yang sebelumnya berada di bawah panji Majapahit yang kemudian mulai melepaskan diri.

Misalnya, tahun 1405 daerah Kalimantan Barat direbut Kerajaan China, lalu disusul lepasnya Palembang, Melayu, dan Malaka yang tumbuh sebagai bandar-bandar perdagangan ramai, yang merdeka dari Majapahit. 

Kemudian lepas pula daerah Brunei yang terletak di Pulau Kalimantan sebelah utara. Hal ini diperparah dengan pemberontakan-pemberontakan yang terjadi setelah Perang Paregreg. Akibatnya perekonomian dan arus perdagangan Kerajaan Majapahit menjadi menurun.

DAFTAR KETURUNAN BRAWIJAYA V
Raja terakhir Majapahit, Brawijaya V, memiliki 117 orang putera-puteri dari beberapa isteri dan banyak selir. 

Permaisuri maupun selir-selir itu kebanyakan adalah upeti dari kerajaan atau penguasa lain yang tunduk atau mengakui kekuatan Majapahit.

Tentu saja jumlahnya banyak sekali, mengingat luasnya wilayah Majapahit dan banyaknya negeri lain yang mengakui eksistensi Majapahit. 

Sebagai raja tentu saja sang Prabu tidak mungkin bisa menolak upeti atau persembahan yang cantik-cantik tersebut. 

Selain bisa mencederai persahabatan dengan kerajaan-kerajaan lain, juga tak baik menolak persembahan dari daerah-daerah taklukan.

Banyaknya putera-puteri sang Prabu tersebut, di sisi lain bermanfaat melestarikan kekuasaan untuk wilayah kekuasaan yang begitu luas. 

Setelah dewasa beberapa putera Brawijaya V diberi jabatan bupati atau adipati dan ditugaskan jadi penguasa di berbagai wilayah kekuasaan Majapahit.

Beberapa anak perempuan dinikahkan dengan penguasa atau anak penguasa lain sebagai tanda pengikatan. 

Dengan cara begini diharapkan seluruh wilayah kekuasaan dan seluruh tali persahabatan dengan kerajaan lain bisa terus dikendalikan dan dilestarikan. 

Ini membuktikan betapa luasnya wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit pada saat itu.

Berikut ini adalah 117 Putera-puteri Prabu Brawijaya V:
  1. Raden Jaka Dilah (Aryo Damar) � dijadikan Adipati Palembang;
  2. Raden Jaka Pekik (Harya Jaran Panoleh) � Adipati Sumenep;
  3. Putri Ratna Pambayun, menikah dengan Prabu Srimakurung Handayaningrat;
  4. Raden Jaka Peteng;
  5. Raden Jaka Maya (Harya Dewa Ketuk) � dijadikan adipati di Bali;
  6. Dewi Manik � menikah dengan Hario Sumangsang Adipati Gagelang;
  7. Raden Jaka Prabangkara � pergi ke negeri sahabat, Cina;
  8. Raden Harya Kuwik � dijadikan Adipati Borneo/ Kalimantan;
  9. Raden Jaka Kutik (Harya Tarunaba) � dijadikan Adipati Makasar;
  10. Raden Jaka Sujalma � jadi adipati Suralegawa di Blambangan;
  11. Raden Surenggana � tewas dalam peristiwa penyerbuan Demak;
  12. Retno Bintara � menikah dengan Adipati Nusabarung, Tumenggung Singosaren;
  13. Raden Patah � dijadikan Adipati & Sultan Demak;
  14. Raden Bondan Kejawan, Ki Ageng Tarub III � menurunkan raja-raja Mataram Islam;
  15. Retno Kedaton � muksa di Umbul Kendat Pengging;
  16. Retno Kumolo (Raden Ayu Adipati Jipang) � menikah dengan Ki Hajar Windusana;
  17. Raden Jaka Mulya (Raden Gajah Permada);
  18. Putri Retno Mas Sakti � menikah dengan Juru Paningrat;
  19. Putri Retno Marlangen � menikah dengan Adipati Lowanu;
  20. Putri Retno Setaman � menikah dengan Adipati Jaran Panoleh di Gawang;
  21. Retno Setapan � menikah dengan Bupati Kedu Wilayah Pengging, Harya Bangah;
  22. Raden Jakar Piturun � dijadikan Adipati Ponorogo dikenal sebagai Betara Katong;
  23. Raden Gugur � hilang/ muksa di Gunung Lawu;
  24. Putri Kaniten � menikah dengan Hario Baribin di Madura;
  25. Putri Baniraras � menikah dengan Hario Pekik di Pengging;
  26. Raden Bondan Surati � tewas �mati obong� di Hutan Lawar Gunung Kidul;
  27. Retno Amba � menikah dengan Hario Partaka;
  28. Retno Kaniraras;
  29. Raden Ariwangsa;
  30. Raden Harya Suwangsa � Ki Ageng Wotsinom di Kedu;
  31. Retno Bukasari � menikah dengan Haryo Bacuk;
  32. Raden Jaka Dandun � nama gelar Syeh Belabelu;
  33. Retno Mundri (Nyai Gadung Melati) � menikah dengan Raden Bubaran dan muksa di Sendak Pandak Bantul;
  34. Raden Jaka Sander � nama gelar Nawangsaka;
  35. Raden Jaka Bolod � nama gelar Kidangsoka;
  36. Raden Jaka Barak � nama gelar Carang Gana;
  37. Raden Jaka Balarong;
  38. Raden Jaka Kekurih/ Pacangkringan;
  39. Retno Campur;
  40. Raden Jaka Dubruk/ Raden Semawung/ Pangeran Tatung Malara;
  41. Raden Jaka Lepih/ Raden Kanduruhan;
  42. Raden Jaka Jadhing/ Raden Malang Semirang;
  43. Raden Jaka Balurd/ Ki Ageng Megatsari/ Ki Ageng Mangir I;
  44. Raden Jaka Lanangm � dimakamkan di Mentaok Jogja;
  45. Raden Jaka Wuri;
  46. Retno Sekati;
  47. Raden Jaka Balarang;
  48. Raden Jaka Tuka/ Raden Banyak Wulan;
  49. Raden Jaka Maluda/ Banyak Modang � dimakamkan di Prengguk Gunung Kidul
  50. Raden Jaka Lacung/ Banyak Patra/ Harya Surengbala;
  51. Retno Rantam;
  52. Raden Jaka Jantur;
  53. Raden Jaka Semprung/ Raden Tepas � dimakamkan di Brosot Kulonprogo;
  54. Raden Jaka Gambyong;
  55. Raden Jaka Lambare/ Pecattanda � dimakamkan di Gunung Gambar, Ngawen, Gunung Kidul;
  56. Raden Jaka Umyang/ Harya Tiran;
  57. Raden Jaka Sirih/ Raden Andamoing;
  58. Raden Joko Dolok/ Raden Manguri;
  59. Retno Maniwen;
  60. Raden Jaka Tambak;
  61. Raden Jaka Lawu/ Raden Paningrong;
  62. Raden Jaka Darong/ Raden Atasingron;
  63. Raden Jaka Balado/ Raden Barat Ketigo;
  64. Raden Beladu/ Raden Tawangtalun;
  65. Raden Jaka Gurit;
  66. Raden Jaka Balang;
  67. Raden Jaka Lengis/ Jajatan;
  68. Raden Jaka Guntur;
  69. Raden Jaka Malad/ Raden Panjangjiwo;
  70. Raden Jaka Mareng/ Raden Pulangjiwo;
  71. Raden Jaka Jotang/ Raden Sitayadu;
  72. Raden Jaka Karadu/ Raden Macanpura;
  73. Raden Jaka Pengalasan;
  74. Raden Jaka Dander/ Ki Ageng Gagak Aking;
  75. Raden Jaka Jenggring/ Raden Karawita;
  76. Raden Jaka Haryo;
  77. Raden Jaka Pamekas;
  78. Raden Jaka Krendha/ Raden Harya Panular;
  79. Retna Kentringmanik;
  80. Raden Jaka Salembar/ Raden Panangkilan;
  81. Retno Palupi � menikah dengan Ki Surawijaya (Pangeran Jenu Kanoman);
  82. Raden Jaka Tangkeban/ Raden Anengwulan � dimakamkan di Gunung Kidul;
  83. Raden Kudana Wangsa;
  84. Raden Jaka Trubus;
  85. Raden Jaka Buras/ Raden Salingsingan � dimakamkan di Gunung Kidul;
  86. Raden Jaka Lambung/ Raden Astracapa/ Kyai Wanapala;
  87. Raden Jaka Lemburu;
  88. Raden Jaka Deplang/ Raden Yudasara;
  89. Raden Jaka Nara/ Sawunggaling;
  90. Raden Jaka Panekti/ Raden Jaka Tawangsari/ Pangeran Banjaransari dimakamkan di Taruwongso Sukoharjo;
  91. Raden Jaka Penatas/ Raden Panuroto;
  92. Raden Jaka Raras/ Raden Lokananta;
  93. Raden Jaka Gatot/ Raden Balacuri;
  94. Raden Jaka Badu/ Raden Suragading;
  95. Raden Jaka Suseno/ Raden Kaniten;
  96. Raden Jaka Wirun/ Raden Larasido;
  97. Raden Jaka Ketuk/ Raden Lehaksin;
  98. Raden Jaka Dalem/ Raden Gagak Pranala;
  99. Raden Jaka Suwarna/ Raden Taningkingkung;
  100. Raden Rasukrama menikah dengan Adipati Penanggungan;
  101. Raden Jaka Suwanda/ Raden Harya Lelana;
  102. Raden Jaka Suweda/ Raden Lembu Narada;
  103. Raden Jaka Temburu/ Raden Adangkara;
  104. Raden Jaka Pengawe/ Raden Sangumerta;
  105. Raden Jaka Suwana/ Raden Tembayat;
  106. Raden Jaka Gapyuk/ Ki Ageng Pancungan;
  107. Raden Jaka Bodo/ Ki Ageng Majasto;
  108. Raden Jaka Wadag/ Raden kaliyatu;
  109. Raden Jaka Wajar/ Seh Sabuk Janur;
  110. Raden Jaka Bluwo/ Seh Sekardelimo;
  111. Raden Jaka Sengara/ Ki Ageng Pring;
  112. Raden Jaka Suwida;
  113. Raden Jaka Balabur/ Raden Kudanara Angsa;
  114. Raden Jaka Taningkung;
  115. Raden Retno Kanitren;
  116. Raden Jaka Sander (Harya Sander)
  117. Raden Jaka Delog/ Ki Ageng Jatinom Klaten

Ada 8 putera Brawijaya V ditugaskan dan berkedudukan di pulau Bali, diiringi oleh banyak punggawa/ abdi dalem dan rakyat pengikutnya. 

Di tempat tujuan mereka mendirikan kerajaan baru dan di kemudian hari mereka menurunkan para raja Bali. 

Kelompok yang pindah ke Bali ini menjadi kelompok yang selamat dari pembasmian, ketika Demak menghancurkan Majapahit, karena tidak terjangkau oleh kejaran lawan politik.

PAHAM SIWAITIS
Paham Siwaistis memang memberi posisi serta penghormatan penting dan tinggi terhadap gunung.

Di mana daratan tertinggi dalam suatu kawasan atau wilayah, di sanalah dipandang sebagai pusat buana (madyanikang bhuwana) sekaligus hulu bagi kawasan atau wilayah sekitar.

Di sana pula Tuhan sebagai Siwa Yang Mahasuci distanakan, lalu dipuja.

Tidak heran bila tempat-tempat suci untuk lingkup luas, umum (kahyangan jagat), lantas didirikan di gunung, entah di puncak, di lambung atau di kaki gunung, karena di sanalah dinilai secara spiritual sebagai kawasan tersuci.

Bila bukan di gunung maka pura akan diorientasikan ke arah gunung.

Bentuk pemujaan (palinggih) pun mengerucut ke atas, menyerupai gunung, entah berupa candi seperti di Jawa, entah berwujud padmasana, atau pun meru layaknya di Bali.

Atau bahkan berupa lingga, batu berdiri.

Dari pemahaman inilah lantas gunung disebut pula sebagai lingga acala, lingga yang tidak bergerak sekaligus juga berarti lingga yang tidak diciptakan manusia.

Dalam bahasa Jawa Kuno, acala memang juga diartikan gunung, karang. Hindu memang mengajarkan manusia untuk senantiasa berorientasi atau menjadikan yang Abadi, tidak bergerak, itu sebagai tujuan.

Karena itu, selain pada gunung, Hindu juga mengagungkan matahari sebagai maha sumber energi hidup yang abadi.

Memuja Hyang Siwa Pasupati
Dengan dasar pandangan berwawasan kemestaan demikian maka sangat tepatlah bila di Gunung Semeru dibangun pura, sebagai tempat umat Hindu se-Indonesia memuja Hyang Siwa Pasupati.

Puncak Gunung Semeru lantas menjadi Gunung Agung (yang sama artinya dengan Mahameru, kini berketinggian 3,142 m) tempat berstana Hyang Putranjaya atau Mahadewa, bagiannya yang tercecer menjadi:
  1. Gunung Batur (1.717 m) istana Dewi Danuh (Wisnu), dan 
  2. Gunung Lempuyang sebagai stana Hyang Gnijaya (Iswara). 

Sejak itu jagat Bali disuratkan stabil kembali, dan ketiga gunung ini pun mendapat kedudukan penting, yaitu:
  1. Gunung Watukaru (2,276 m), 
  2. Pucak Mangu, 
  3. Penulisan (1.475 m), 
  4. Andakasa, 
  5. Bukit karang Uluwatu, dan 
  6. Goa Lawah. 

Dari semuanya ini, Gunung Agung-lah dinilai sebagai pusat di Bali, karena tertinggi di Pulau Dewata.

Karena itu pula, maka hingga kini bila di Pura Agung Besakih -- begitu juga pura-pura Sad Kahyangan lain di Bali -- ada upacara besar (karya agung) tetap mesti nuur tirta ke Semeru.

Sebaliknya kini bila di Pura Semeru ada upacara, maka terlebih dahulu juga disertai dengan matur piuning ke Pura Sad Kahyangan di Bali, termasuk ke Gunung Rinjani (Lombok, 3.726 m).

Dari gunung yang lebat ditumbuhi pepohonanlah air mengalir menyuburkan tanah, bumi.

Sebelumnya, air pegunungan ditampung danau, lalu mengalir lewat sungai-sungai.

Setelah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan memenuhi hidup manusia, air lantas dialirkan lagi ke laut.

Panas matahari menguapkan air laut, menjadi mendung, dan mendung turun, menjadi hujan, kembali diserap gunung dengan pepohonannya, ditampung danau, melesak ke tanah, menyembul menjadi mata air, mengalir dan terus mengalir.

Begitu seterusnya, berputar dan berputar, tiada henti.

Itu alasan gunung dalam kosmologi Hindu diposisikan sebagai hulu, danau di tengah, dan laut di hilir.

Ketiganya membentuk alur siklus kesemestaan.

Dari gunung sebagai hulu itulah kerahayuan mengalir bagi segenap makhluk.

Manakala di tempat suci di gunung, seperti di Pura Besakih, di lambung Gunung Agung, maupun di Pura Mandara Giri Semeru Agung, di lambung Gunung Semeru, digelar upacara tawur, misalnya, maka itu akan dialirkan ke dataran di hilir atau di bagian bawah dataran tinggi itu lewat sungai-sungai, masuk sawah, tegalan, parit-parit, dan seterusnya.

Dengan begitu pemilihan gunung tertinggi sebagai pusat buana memang didasarkan wawasan yang luas, mendalam, tidak saja secara spiritual, tetapi juga secara kosmologis, geografis, sosiologis, dengan kesadaran ekologis yang kuat.
?????


Demikian artikel tentang Siapa Sajakah Keturunan Raja Brawijaya V Di Tanah Jawa? (TRAH MATARAM JAWA) ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Siapa Sajakah Keturunan Raja Brawijaya V Di Tanah Jawa? (TRAH MATARAM JAWA) ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Benarkah Santet Para Dukun Itu Nyata?

Info informasi Benarkah Santet Para Dukun Itu Nyata? atau artikel tentang Benarkah Santet Para Dukun Itu Nyata? ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Benarkah Santet Itu Nyata?
SANTET DAN SAINS PARAPSIKOLOGI
Fenomena santet, teluh atau ilmu hitam dikenal di berbagai kebudayaan dunia, termasuk kebudayaan barat, dengan berbagai nama. Ini dipelajari secara ilmiah dalam bidang ilmu parapsikologi.

Sama seperti bidang sains lainnya, parapsikologi mendekati berbagai fenomena psikologi yang aneh melalui pendekatan ilmiah. 

Beberapa pendekatan yang biasa dipakai antara lain: 
  • survei, 
  • penelitian lapangan, 
  • penelitian laboratorium, 
  • penelitian demonstrasi, dan/ atau 
  • penelitian proses.
Dalam semua pendekatan ini, yang ditekankan adalah objektivitas penelitian agar memenuhi syarat saintifik seperti bisa direplikasi dan bisa difalsifikasi.

Sayangnya, sama seperti bidang sains lainnya, bidang ilmu parapsikologi juga bisa terracuni oleh unsur-unsur non-ilmiah atau pseudo-sains. 

Terlebih lagi, bidang ini memang mempelajari fenomena yang tidak lazim dalam kehidupan manusia. 

Ketika menghadapi fenomena seperti ini, mudah sekali terjadi bias oleh karena subjektivitas pengalaman manusia dan keinginan bawah sadar untuk mempercayai sesuatu.

Perbedaan pendekatan antara yang objektif dan yang subjektif terlihat misalnya pada tayangan televisi yang berhubungan dengan fenomena hantu.

Ada tayangan yang berusaha menerangkan fenomena tertentu melalui pendekatan objektif melalui penempatan berbagai sensor. 

Cara pendekatan objektif ini sering malah menghasilkan keterangan logis tentang apa yang sebenarnya terjadi, misalnya suara-suara aneh yang menakutkan ternyata adalah seekor ular besar yang menempati loteng rumah. 

Di lain pihak ada tayangan yang berusaha meyakinkan penonton melalui pendapat paranormal tanpa menyajikan bukti yang meyakinkan selain pernyataan-pernyataan subjektif sang paranormal.

Apa penjelasan ilmiah tentang fenomena parapsikologi? 
Kemungkinannya antara lain:
  1. Ini adalah benar sebuah fenomena psikik yang belum bisa diterangkan. Perlu dilakukan replikasi sehingga kita bisa mempelajarinya lebih dalam.
  2. Si pelaku adalah penipu. Waspadai selalu kemungkinan ini.
  3. Trik sulap (ada orang yang jujur mengatakan bahwa ia bermain sulap, ada pula yang melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan kebodohan orang lain)
  4. Yang mengalami atau saksi sebenarnya tidak benar-benar mengalami keajaiban tetapi ada keinginan atau motif, entah sadar atau tak disadari untuk meyakinkan orang lain tentang sesuatu yang istimewa yang telah terjadi padanya.
  5. Orang yang mengalami memiliki latar belakang kepercayaan takhayul tertentu yang berusaha ia cocokkan dengan fenomena yang sebenarnya biasa saja.
  6. Kekeliruan logika dalam menghubungkan peristiwa sebagai urutan sebab-akibat, walaupun sebenarnya tak berhubungan atau hanya suatu ko-insiden.
  7. Fenomena itu disebabkan oleh hal lain, tetapi orang yang mengalaminya berusaha menerangkannya berdasarkan logikanya sendiri. Contohnya, ia sering merasa sesak dalam kamarnya dan ia yakin itu karena adanya hantu, setelah diteliti ternyata terdapat kebocoran gas dalam kamar tersebut yang menimbulkan rasa sesak.
  8. Fenomena psikologis biasa, misalnya self-hipnosis atau psikosis.
  9. Fenomena trance, yang sebenarnya banyak dijumpai lintas budaya, yang kadang-kadang tercapai melalui penggunaan substansi halusinogen. Pada hakekatnya ini adalah pergeseran kesadaran.
  10. Tindakan hipnosis (baik disebut hipnosis atau pun metode lain yang hakekatnya adalah sugesti diri).
  11. Penyakit jiwa, misalnya split personality atau schizophrenia.
Kesimpulannya, 
Kita perlu menyikapi fenomena parapsikologi dengan pikiran terbuka sebagai hal yang benar-benar belum dapat kita pahami dan perlu diteliti. Namun perlu pula kita waspadai fenomena yang sebenarnya hanyalah hasil dari ketidaktahuan sang saksi, keinginan orang untuk menipu atau mendapatkan nama, kelainan mental, fenomena psikologi biasa, fenomena alam, bias kepercayaan, kekeliruan logika, dan lain-lain.

PANDANGAN DARI KEBUDAYAAN ORANG JAWA
Sebagai Orang Jawa, pasti kita tidak tabu dengan istilah Santet.

Paranormal (Dukun atau orang pintar) adalah sebuah istilah yang secara umum dipahami dalam pengertian orang yang memiliki kelebihan dalam hal kemampuan supranatural.

Dimana Paranormal yang dapat memahami hal tidak kasat mata serta mampu berkomunikasi dengan arwah dan alam gaib, yang dipergunakan untuk membantu menyelesaikan masalah di masyarakat, seperti:
  • penyakit, 
  • gangguan sihir, 
  • kehilangan barang, 
  • kesialan, dan lain-lain.
Istilah Dukun biasanya digunakan di daerah pedesaan, sedangkan orang pintar atau paranormal, untuk menyatakan hal yang sama dan digunakan lebih umum di antara populasi perkotaan. 

Penerimaan sosial terhadap istilah orang pintar pun biasanya lebih positif dibandingkan penggunaan istilah dukun.

Absolutely No! 
Terlalu banyak data (fakta) yang menegasikan eksistensi mystical power of a dukun. Yang benar adalah natural power (fisika-kimia) yang ditutup-tutupi lantas diklaim sebagai fenomena supernatural alias gaib atau mistis. 

Apakah contoh-contoh di bawah ini yang dimaksud fenomena gaib yang dihasilkan dukun?
  1. Telur berisi rambut, darah, jarum dan silet;
  2. Telur berputar-putar di atas piring porselein mengikuti gerakan tangan dukun;
  3. Kelapa muda berisi sapu tangan, uang kertas, mie instant, dan batu akik;
  4. Keris bergerak-gerak lalu berdiri tegak tanpa sentuhan tangan;
  5. Demonstrasi penyembuhan orang buta oleh dukun di acara televisi?
  6. Demonstrasi pengeluaran jin dari tubuh seorang jamaah pengajian melalui metode rukyah;
  7. Membakar tumpukan kertas dengan ludah;
  8. Demontrasi khasiat jimat kebal senjata tajam dengan golok, pisau, bahkan senjata api;
  9. Atau, suksesnya sebuah acara pesta tanpa terganggu oleh hujan karena dikawal dukun siwer.
Kalau Sahabat Bitter percaya bahwa fenomena di atas adalah contoh kekuatan gaib seorang dukun, maka anda adalah orang ignorant dan gullible. Sahabat Bitter termasuk calon client/ patient yang prospective bagi seorang dukun.
Ini cara mengidentifikasi adanya trik/ kebohongan dalam atraksi (fenomena) yang diklaim sebagai kekuatan gaib dukun:
  • Dukun membutuhkan waktu persiapan khusus yang orang lain tidak boleh terlibat;
  • Dukun melakukan atraksi di tempat khusus yang hanya dia dan asistennya yang tahu seluk beluk tempat tersebut;
  • Dukun mengenakan pakaian khusus jubah, topi, ikat pinggang, sarung tangan, kaca mata dll.
  • Dilakukan dalam ruangan dengan tingkat pencahayaan atau warna ruangan tertentu;
  • Dukun menggunakan benda-benda atau peralatan yang orang lain tidak diijikan memeriksa atau menyentuhnya;
  • Dukun meminta seseorang untuk menjadi medium atraksi (memanggil arwah misalnya) tetapi anda dan mayoritas audience tidak mengetahui identitas orang tersebut;
  • Dukun berucap: �Orang yang satu guru satu ilmu jangan menganggu
  • Dukun berucap: �saya ini hanya pereantara saja, Tuhan yang menentukan, karena itu mari kita sama-sama berdo�a
  • Dukun memberikan syarat dan pantangan yang sepele tetapi mustahil bisa dipenuhi.
Kalau semua kondisi di atas sudah bisa disingkirkan barulah anda boleh menganggap (bukan percaya) si dukun punya kemampuan mistis. 

Kalau tidak, anggap saja itu pertunjukan sulap yang menghibur.

Mari kita berasumsi jika kemampuan seorang dukun itu nyata, misal santet.

Santet itu berarti Sahabat Bitter bisa menyerang seseorang dari jarak jauh, bisa menyakiti orang tersebut, atau mengirim wabah penyakit, tanpa mengetahui anda pelakunya.

Coba Sahabat Bitter pikir, jika militer-militer di dunia mendengar ini.
Apakah mereka tidak akan tertarik untuk meriset teknologi santet ini? 
Tentu negara yang memiliki teknologi ini akan punya advantage yang jauh di atas bahkan dibanding senjata nuklir sekalipun.

Hebat sekali bisa mengirim paku ke dalam tubuh manusia tanpa senjata api, tanpa terpengaruh angin atau cuaca, tidak pernah rusak seperti senjata api, tidak perlu membuat desain peluru yang aerodinamis, hanya perlu modal paku dan komat-kamit sebentar tiba-tiba semua hasil riset matematika, fisika, kimia, terdisprove dan tidak relevan lagi.

Akan ada sangat-sangat banyak uang dan penghargaan internasional bagi dukun yang mau mempublikasikan bukti mengenai santet ini di jurnal ilmiah.

Tetapi para dukun entah kenapa sangat rendah hati hanya memilih receh saja.

KENYATAAN PAHIT DARI REALITA PARANORMAL
Jika Ilmu-ilmu Luar Biasa itu memang benar-benar ada, 
  • Mengapa Indonesia di masa lalu pernah dilukai oleh senjata tentara Belanda dan Jepang? 
  • Mengapa memberantas korupsi di negara ini harus melalui penyelidikan? 
  • Mengapa harus menggunakan senjata untuk membasmi kelompok separatis seperti OPM dan teroris?
Di mana kemampuan terawang, serangan jarak jauh, kebal senjata, tak kasat mata, dan guna-gunanya?

Bitter Coffee Park sudah banyak bertemu dan berkenalan dengan orang pintar.

Beberapa teman Bitter Coffee Park juga mengklaim sebagai INDIGO

Namun, belum ada yang dapat membuktikan keilmuannya. 

Contoh Kasus Yang Pernah Bitter Coffee Park Temukan
  1. Malah, salah satu kenalan Bitter Coffee Park yang mengaku memiliki jimat kebal senjata tajam meninggal dunia setelah dibegal (mohon maaf). 
  2. Kemudian, satu lagi mengaku punya ilmu untuk memindahkan penyakit ke hewan, tetapi sering mengeluhkan penyakit diabetes dan hipertensinya. 
  3. Ada juga yang mengklaim bisa melihat masa depan, tetapi suatu waktu mengizinkan anak gadisnya jalan dengan pacarnya dan berakhir menjadi korban pelecehan (mohon maaf). Akhirnya, si ayah murka dan menuntut pacar anaknya agar dipenjara seumur hidup.
Really?
Suatu ilmu dapat dikatakan bagian dari sains apabila sistematis, universal, memiliki objek, memiliki metodologi yang dapat digunakan dalam penelitian mengenai fenomena yang berkaitan dengan objek ilmu itu. 

Tidak ada kriteria itu pada ilmu-ilmu ajaib di atas. 

Karena itu, ilmu-ilmu itu bukan merupakan sains. 

Penjelasan sains terhadap ilmu-ilmu itu sederhana: 
KEBOHONGAN.
Sahabat Bitter bisa melihat Video James Randy.

Dia sangat gencar mematahkan klaim-klaim ilmu ajaib seperti indigo, terawang, telekinesis, dsb.

Silahkan menonton Video James Randy
Itu tadi jawaban dari Bitter Coffee Park, semoga bermamfaat.
Baca Juga:
  1. Cadar Bukan Urusan Iman atau Agama
Baca Juga:
  1. Alasan Kerennya Jadi Santri
  2. Dakwah Ala Santri Nusantara
  3. Dakwah Islamiyah Yang Relevan Di Ponpres
  4. Identitas Santri Dengan Karakter Yang Ramah
  5. Ideologi Santri Nusantara
  6. Kewaskitaan Organisasi Para Santri
  7. Memerangi Kemunafikan Ala Santri
  8. Santri Tidak Boleh Berbuat Sekehendaknya
  9. Sikap Santri Di Era Generasi Millenial
  10. Tantangan Dakwah Santri Zaman Mellennial
Baca Juga:
  1. Aliran Kejawen Sapto Darmo
  2. Islam Kejawen Dan Sanepanan Ajaran Islam
  3. Islam Nusantara
  4. Tahlil Itu Kebudayaan Islam Nusantara
Baca Juga:
  1. Ajian Mantra Jawa (Spiritual Jawa) 
  2. Antara Ilmu Debus Dan Ilmu Kanuragan 
  3. Beda Spiritual Dengan Paranormal 
  4. Ilmu Betara Karang
  5. Ilmu Pengasihan Jawa 
  6. Ilmu Santet Banaspati 
  7. Kesurupan Dan Cara Menanganinya 
  8. Kesurupan Nyai Sekar Arum Melati 
  9. Perkembangan Paranormal (Dukun/ Orang Pintar) Di Era Milenial
  10. Permainan Tradisional Supranatural Jelangkung 
  11. Pertarungan Ilmu Hitam Dan Putih 
  12. Pesan Nyi Sekar Arum Melati Untuk Gunung Merapi
?????


Demikian artikel tentang Benarkah Santet Para Dukun Itu Nyata? ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Benarkah Santet Para Dukun Itu Nyata? ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.